Iran Pulihkan Akses Internet Global setelah Berbulan-bulan Dibatasi

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:50 WIB
loading...
Iran Pulihkan Akses...
Pejalan kaki melintasi spanduk di kota Teheran, Iran. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Iran telah memulihkan akses internet internasional setelah berbulan-bulan dibatasi akibat protes nasional pada bulan Januari dan kemudian meningkat selama perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Kabar itu menurut kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, pada hari Selasa (26/5/2026), seperti dilaporkan Anadolu.

Tasnim melaporkan proses pencabutan pembatasan telah dimulai setelah perintah Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk mengembalikan akses internet ke kondisi sebelum Januari 2026.

Menurut laporan tersebut, pengguna sekali lagi memiliki akses ke situs web internasional, sementara layanan broadband tetap, termasuk FTTH, VDSL, dan ADSL, serta layanan internet seluler, kini tersedia tanpa batasan.

Iran telah memberlakukan pemadaman internet hampir total selama protes pada tanggal 8 dan 9 Januari, yang sangat mengganggu konektivitas domestik dan internasional di seluruh negeri.

Protes nasional meletus pada akhir Desember dan meningkat pada bulan Januari setelah depresiasi tajam rial Iran terhadap dolar AS di tengah meningkatnya tekanan ekonomi.

Pihak berwenang memberlakukan pembatasan internet yang luas dan penutupan sementara di seluruh negeri selama kerusuhan dalam upaya mengekang komunikasi dan penyebaran konten terkait protes.

Dalam beberapa pekan berikutnya, layanan internet secara bertahap mulai kembali sebelum pembatasan diperketat lagi setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Selama konflik, layanan internet domestik dan platform lokal kemudian dipulihkan, tetapi akses ke internet global sebagian besar tetap bergantung pada Jaringan Pribadi Virtual (VPN).

Platform global utama termasuk YouTube dan X tetap diblokir di Iran, dengan banyak pengguna terus bergantung pada layanan VPN untuk mengaksesnya.

Para pejabat Iran mengatakan 3.117 orang tewas dalam protes tersebut, sementara beberapa organisasi hak asasi manusia memperkirakan jumlah korban tewas mencapai 7.000.

Pihak berwenang Iran telah mengakui ketidakpuasan publik tetapi menuduh AS dan Israel berupaya mengeksploitasi kerusuhan melalui sanksi dan tekanan yang bertujuan memicu ketidakstabilan dan membenarkan campur tangan asing dan perubahan rezim.

Para ahli sebelumnya menggambarkan langkah-langkah tersebut bukan sebagai penutupan total seluruh infrastruktur internet, tetapi sebagai pembatasan yang secara khusus menargetkan akses ke internet global, sementara layanan domestik, termasuk sistem perbankan dan platform lokal, tetap beroperasi.

Pembatasan tersebut secara signifikan memengaruhi bisnis, perdagangan daring, dan komunikasi dengan dunia luar, sementara akses ke platform internasional menjadi semakin terbatas dan tidak stabil bagi pengguna biasa.

Baca juga: Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Perang Meluas! Militer...
Perang Meluas! Militer Ukraina Serang 2 Kapal Iran di Laut Kaspia, 1 Orang Tewas
Perceraian Abad Ini,...
Perceraian Abad Ini, Taipan Korsel Bayar Harta Gana-Gini Rp11,5 Triliun ke Mantan Istri
Rekomendasi
Kebakaran Rumah di Kayu...
Kebakaran Rumah di Kayu Putih Jaktim, 2 Orang Tewas
Pakar: Meski Berdamai,...
Pakar: Meski Berdamai, 3 Oknum Polda Jabar di Kasus Alphard Tetap Harus Diproses Etik
Kader Muda PAN Apresiasi...
Kader Muda PAN Apresiasi Komitmen Prabowo Terhadap Pembangunan Berkelanjutan
Berita Terkini
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
Pengemudi Mobil yang...
Pengemudi Mobil yang Tabraki Pawai LGBTQ Berlin Ditembak Mati, Namanya Abdul Ballout
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved