Sekutu Trump: Pangeran MBS Bisa Akui Israel Hari Ini, Masalahnya Ada di Raja Salman
Selasa, 26 Mei 2026 - 11:05 WIB
loading...
A
A
A
“Tidak ada presiden dalam sejarah yang telah berbuat lebih banyak untuk Negara Israel daripada presiden ini,” kata Evans. “Anda harus melihat sisi positif daripada sisi negatif.”
Dia memperingatkan bahwa Iran akan melakukan kesalahan besar jika mencoba menyesatkan Trump.
“Saya tidak percaya Iran akan menepati janji mereka,” kata Evans. “Jika mereka mencoba mempermainkannya, dia akan membalas dan menyerang mereka. Mereka akan melakukan kesalahan besar jika meremehkan presiden ini.”
Tak hanya itu, Evans juga membahas debat internal Partai Republik tentang Israel, termasuk pengaruh Tucker Carlson dan suara-suara lain yang mengkritik dukungan AS untuk Israel.
Dia mengatakan Friends of Zion telah memobilisasi 1.000 pendeta yang melakukan perjalanan ke Israel dan kemudian menggunakan media sosial untuk melawan apa yang dia gambarkan sebagai narasi anti-Israel di dalam sebagian gerakan konservatif.
“Ketika kita berbicara terakhir kali, Tucker Carlson berada di Gedung Putih,” kata Evans, merujuk pada kedekatan Carlson dengan tokoh-tokoh dunia Trump. “Dan sangat dekat dengan wakil presiden.”
Evans mengatakan Friends of Zion kemudian meluncurkan kampanye media sosial melawan Carlson.
“Kami memobilisasi 1.000 pendeta kami yang datang ke Israel,” katanya. “Kami mulai melakukan kampanye di jejaring sosial. Kami mendapatkan 138 juta tayangan dan mulai menyerang, mengekspos Tucker Carlson.”
“Tucker Carlson saat ini telah dikorbankan oleh Donald Trump,” imbuh Evans. “Dia sudah tersingkir," sambung dia.
Evans mengatakan fenomena yang lebih luas ini tetap harus menjadi perhatian kaum konservatif pro-Israel, terutama karena Carlson memiliki banyak pengikut di kalangan audiens sayap kanan yang lebih muda.
Dia mengeklaim, tanpa memberikan bukti dalam wawancara tersebut, bahwa uang dari negara-negara Teluk telah membantu memicu narasi anti-Israel secara daring.
“Ada sejumlah besar uang minyak dari negara-negara Teluk, dokumen-dokumen AI yang digunakan untuk memicu dan mendukung semua ini,” kata Evans.
Dia memperingatkan bahwa Iran akan melakukan kesalahan besar jika mencoba menyesatkan Trump.
“Saya tidak percaya Iran akan menepati janji mereka,” kata Evans. “Jika mereka mencoba mempermainkannya, dia akan membalas dan menyerang mereka. Mereka akan melakukan kesalahan besar jika meremehkan presiden ini.”
Tak hanya itu, Evans juga membahas debat internal Partai Republik tentang Israel, termasuk pengaruh Tucker Carlson dan suara-suara lain yang mengkritik dukungan AS untuk Israel.
Dia mengatakan Friends of Zion telah memobilisasi 1.000 pendeta yang melakukan perjalanan ke Israel dan kemudian menggunakan media sosial untuk melawan apa yang dia gambarkan sebagai narasi anti-Israel di dalam sebagian gerakan konservatif.
“Ketika kita berbicara terakhir kali, Tucker Carlson berada di Gedung Putih,” kata Evans, merujuk pada kedekatan Carlson dengan tokoh-tokoh dunia Trump. “Dan sangat dekat dengan wakil presiden.”
Evans mengatakan Friends of Zion kemudian meluncurkan kampanye media sosial melawan Carlson.
“Kami memobilisasi 1.000 pendeta kami yang datang ke Israel,” katanya. “Kami mulai melakukan kampanye di jejaring sosial. Kami mendapatkan 138 juta tayangan dan mulai menyerang, mengekspos Tucker Carlson.”
“Tucker Carlson saat ini telah dikorbankan oleh Donald Trump,” imbuh Evans. “Dia sudah tersingkir," sambung dia.
Evans mengatakan fenomena yang lebih luas ini tetap harus menjadi perhatian kaum konservatif pro-Israel, terutama karena Carlson memiliki banyak pengikut di kalangan audiens sayap kanan yang lebih muda.
Dia mengeklaim, tanpa memberikan bukti dalam wawancara tersebut, bahwa uang dari negara-negara Teluk telah membantu memicu narasi anti-Israel secara daring.
“Ada sejumlah besar uang minyak dari negara-negara Teluk, dokumen-dokumen AI yang digunakan untuk memicu dan mendukung semua ini,” kata Evans.
(mas)
Lihat Juga :