Rusia Akan Bombardir Ibu Kota Ukraina Lagi, Desak AS Evakuasi Diplomatnya
Selasa, 26 Mei 2026 - 10:22 WIB
loading...
Rusia bombardir Ibu Kota Ukraina, Kyiv, sebagai pembalasan atas serangan di Luhansk. Rusia berencana menyerang Kyiv lagi, mendesak AS evakuasi para diplomatnya. Foto/Layanan Darurat Negara Ukraina
A
A
A
MOSKOW - Rusia berencana membombardir lagi Ibu Kota Ukraina, Kyiv. Untuk itu, Moskow mendesak Washington untuk segera mengevakuasi para diplomatnya dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kyiv.
Desakan evakuasi disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Bacaa Juga: Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia Bombardir Ukraina, Negara-negara NATO Murka
“Pada 25 Mei, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Selasa (26/5/2026).
“Sergey Lavrov menarik perhatian pada pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia tanggal 25 Mei, yang merekomendasikan agar Amerika Serikat, bersama dengan negara-negara lain yang memiliki misi diplomatik di Kyiv, memastikan evakuasi personel diplomatik dan warga negara lainnya dari Ibu Kota Ukraina,” lanjut pernyataan tersebut.
Pemerintah Rusia pada hari Senin mengatakan bahwa militernya berencana untuk melancarkan lebih banyak serangan terhadap Kyiv, termasuk terhadap pusat-pusat pengambilan keputusan.
Desakan evakuasi disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Bacaa Juga: Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia Bombardir Ukraina, Negara-negara NATO Murka
“Pada 25 Mei, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Selasa (26/5/2026).
“Sergey Lavrov menarik perhatian pada pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia tanggal 25 Mei, yang merekomendasikan agar Amerika Serikat, bersama dengan negara-negara lain yang memiliki misi diplomatik di Kyiv, memastikan evakuasi personel diplomatik dan warga negara lainnya dari Ibu Kota Ukraina,” lanjut pernyataan tersebut.
Pemerintah Rusia pada hari Senin mengatakan bahwa militernya berencana untuk melancarkan lebih banyak serangan terhadap Kyiv, termasuk terhadap pusat-pusat pengambilan keputusan.
Lihat Juga :