Trump: Jangan Sebut Saya Bodoh, Sebut Saya Diktator Tirani yang Brilian
Minggu, 24 Mei 2026 - 08:25 WIB
loading...
A
A
A
Menurut laporan Daily Beast, Minggu (24/5/2026), Dr Henry David Abraham, profesor emeritus psikiatri di Tufts University School of Medicine mengatakan bahwa mengikuti ujian tiga kali dalam waktu sesingkat itu mengkhawatirkan.
Tes Penilaian Kognitif Montreal yang diklaim Trump telah dia lewati, adalah tes yang digunakan untuk mendeteksi demensia.
Dr. John Gartner, mantan profesor Universitas Johns Hopkins, mengatakan kepada publikasi tersebut bahwa ada tanda-tanda bahwa kemampuan kognitif Trump "memburuk".
"Siapa pun yang memiliki mata, telinga, dan otak...dan belum terpengaruh propaganda atau digigit oleh zombie MAGA, dapat melihat sendiri bahwa orang ini jelas-jelas sakit jiwa dan kemampuan kognitifnya memburuk," kata Gartner. MAGA adalah gerakan Make America Great Again yang dikampanyekan Trump sejak terjun ke dunia politik.
Namun, kepala Pentagon Pete Hegseth memuji kesehatan Trump dan menyebutnya sebagai panglima tertinggi yang "paling cerdas" dan "paling berwawasan" yang pernah dilihat negara ini dalam waktu yang lama.
Tes Penilaian Kognitif Montreal yang diklaim Trump telah dia lewati, adalah tes yang digunakan untuk mendeteksi demensia.
Dr. John Gartner, mantan profesor Universitas Johns Hopkins, mengatakan kepada publikasi tersebut bahwa ada tanda-tanda bahwa kemampuan kognitif Trump "memburuk".
"Siapa pun yang memiliki mata, telinga, dan otak...dan belum terpengaruh propaganda atau digigit oleh zombie MAGA, dapat melihat sendiri bahwa orang ini jelas-jelas sakit jiwa dan kemampuan kognitifnya memburuk," kata Gartner. MAGA adalah gerakan Make America Great Again yang dikampanyekan Trump sejak terjun ke dunia politik.
Namun, kepala Pentagon Pete Hegseth memuji kesehatan Trump dan menyebutnya sebagai panglima tertinggi yang "paling cerdas" dan "paling berwawasan" yang pernah dilihat negara ini dalam waktu yang lama.
(mas)
Lihat Juga :