Trump: Jangan Sebut Saya Bodoh, Sebut Saya Diktator Tirani yang Brilian

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:25 WIB
loading...
A A A
"'Apa yang harus saya lakukan, dokter? Apakah ada semacam tes yang bisa saya ikuti?'," lanjut Trump mengenang percakapan tersebut.

"'Sebenarnya, ada. Ini adalah tes kognitif'. Saya berkata, 'Berapa banyak presiden yang telah mengikutinya?' 'Tidak ada...Tidak ada orang yang telah mengikutinya'. Saya berkata, 'Nah, apakah itu bagus atau buruk? Apakah itu sulit?'"

Trump menjelaskan kepada kerumunan pendukungnya bagaimana pertanyaan-pertanyaan tersebut "dimulai dengan mudah" tetapi pada akhirnya menjadi "cukup sulit".

Trump telah mengeklaim tentang "mendapatkan nilai tinggi" dalam tes kognitif beberapa kali, dan bulan lalu, dia mengecam para pendahulunya dari Partai Demokrat, dengan mengatakan bahwa setiap calon presiden atau wakil presiden harus menjalani tes kognitif sebelum mencalonkan diri untuk jabatan tersebut.

"Siapa pun yang mencalonkan diri sebagai Presiden atau Wakil Presiden harus dipaksa untuk mengikuti Tes Kognitif sebelum memasuki kompetisi! Dengan melakukan itu, kita tidak akan terkejut jika orang-orang seperti Barack 'Hussein' Obama, atau Sleepy Joe Biden, terpilih," tulisnya di Truth Social.

Presiden Republikan itu melanjutkan dalam unggahannya, "Saya mengikuti Tes tiga kali selama masa jabatan saya sebagai Presiden, dan LULUS SEMUA TIGA KALI—Sebuah prestasi yang, bahkan dalam satu ujian, menurut para dokter, jarang dilakukan sebelumnya!"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
Kaitan Hari Kiamat dan...
Kaitan Hari Kiamat dan Rezeki dalam Surat Al Waqiah, Ternyata Ini Rahasianya
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved