Dari Media hingga Kampus, Pengaruh China di Albania Kian Meluas

Jum'at, 22 Mei 2026 - 09:57 WIB
loading...
Dari Media hingga Kampus,...
Pengaruh China di Albania semakin meluas, dari media hingga universitas. Foto/BIRN
A A A
JAKARTA - Kekhawatiran terhadap pengaruh China di ruang informasi Albania semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Para analis di kawasan Balkan dan Uni Eropa menilai Beijing mulai memperluas pengaruhnya melalui media, diplomasi budaya, dan kerja sama akademik.

Reporters Without Borders (RSF), organisasi pemantau kebebasan pers, mewawancarai Direktur Eksekutif The Center for Science and Innovation for Development (SCiDEV) Albania, Blerjana Bino, mengenai dampak strategi informasi China terhadap demokrasi dan media Albania.

Baca Juga: Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China

Menurut laporan SCiDEV dan Balkan Investigative Reporting Network (BIRN) pada 2023, sekitar 84 persen artikel berbahasa Albania yang diterbitkan media pemerintah China Radio International berfokus pada tujuh tema utama, termasuk ekonomi, budaya Albania, geopolitik, teknologi, dan politik China.

Laporan tersebut menyebut Beijing secara halus menyisipkan narasi politiknya dalam isu-isu yang relevan bagi masyarakat Albania.

Bino mengatakan Albania sebelumnya dianggap relatif kebal terhadap pengaruh asing dibanding negara Balkan lain seperti Serbia dan Montenegro.

Namun persepsi itu mulai berubah setelah meningkatnya perhatian Uni Eropa terhadap disinformasi di kawasan Balkan Barat, terutama sejak pandemi COVID-19 dan perang Ukraina.

“Ekosistem informasi Albania memiliki kerentanan struktural yang membuatnya rentan terhadap manipulasi asing,” kata Bino, dalam keterangan yang dimuat di situs RSF, Jumat (22/5/2026).

Diplomasi Publik dan Propaganda


Dia menjelaskan pasar media Albania relatif kecil, dengan kepemilikan media terkonsentrasi dan hubungan erat antara pemilik bisnis, media, dan aktor politik.

Selain itu, rendahnya standar jurnalistik dan lemahnya independensi editorial juga membuat penyebaran informasi menyesatkan lebih mudah terjadi.

Menurut Bino, dalam kasus China, strategi yang digunakan berbeda dengan kampanye disinformasi agresif.

“Ketika menyangkut China, yang terlihat lebih dominan adalah diplomasi publik dan propaganda,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Israel Gerah AS dan...
Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved