Rudal Tomahawk Bantai 175 Orang di SD Minab Iran, Militer AS Terus Mengelak Bertanggung Jawab
Kamis, 21 Mei 2026 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
"Distorsi yang tidak tahu malu ini adalah upaya nyata untuk mengaburkan kenyataan yang mengerikan," tulisnya di X, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (21/5/2026).
Dia menyerukan pertanggungjawaban dan menggambarkan serangan itu sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional. "Dan kejahatan perang yang jelas," paparnya.
Tragedi itu memicu kemarahan internasional. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, menuduh AS melakukan kekejaman, sinisme, dan dehumanisasi.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan solidaritas dengan para korban pembantaian tersebut.
Meskipun pertempuran aktif berhenti di bawah gencatan senjata April yang rapuh, negosiasi AS-Iran tentang kesepakatan perdamaian yang lebih luas tetap buntu. Trump telah menolak proposal terbaru Iran dan kembali mengancam akan melanjutkan serangan kecuali Teheran menerima persyaratan AS.
“Kami mungkin harus memberikan pukulan besar lagi kepada Iran. Maksud saya dua atau tiga hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, atau sesuatu, mungkin awal minggu depan, dalam jangka waktu terbatas, karena kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir baru,” katanya kepada wartawan pada hari Selasa.
Dia menyerukan pertanggungjawaban dan menggambarkan serangan itu sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional. "Dan kejahatan perang yang jelas," paparnya.
Tragedi itu memicu kemarahan internasional. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, menuduh AS melakukan kekejaman, sinisme, dan dehumanisasi.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan solidaritas dengan para korban pembantaian tersebut.
Meskipun pertempuran aktif berhenti di bawah gencatan senjata April yang rapuh, negosiasi AS-Iran tentang kesepakatan perdamaian yang lebih luas tetap buntu. Trump telah menolak proposal terbaru Iran dan kembali mengancam akan melanjutkan serangan kecuali Teheran menerima persyaratan AS.
“Kami mungkin harus memberikan pukulan besar lagi kepada Iran. Maksud saya dua atau tiga hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, atau sesuatu, mungkin awal minggu depan, dalam jangka waktu terbatas, karena kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir baru,” katanya kepada wartawan pada hari Selasa.
(mas)
Lihat Juga :