Krisis Pupuk Akibat Perang Iran, Uni Eropa Andalkan Kotoran Sapi

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:56 WIB
loading...
Krisis Pupuk Akibat...
Kotoran sapi akan jadi andalan Uni Eropa untuk pupuk. Foto/Pxhere
A A A
BRUSSEL - Uni Eropa (UE) akan beralih ke strategi jangka panjang yang melibatkan kotoran sapi untuk mencegah kekurangan pupuk yang akan datang. Langkah ini dipilih daripada mendukung petani dengan langkah-langkah segera seperti menangguhkan tarif impor Rusia dan Belarusia, tulis Politico.

Perang Amerika Serikat-Israel di Iran mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz, yang menangani sekitar sepertiga perdagangan pupuk global, dan seperlima gas alam cair (LNG) dunia – komoditas penting dalam produksi pupuk nitrat.

Jalur air utama tersebut terblokir selama musim tanam di Belahan Bumi Utara, dengan para analis memperingatkan potensi kekurangan global nutrisi tanaman penting dan guncangan pangan global yang tertunda.

Karena Uni Eropa telah mengamankan pasokan pupuk pada musim tanam ini, efek domino bagi petani dan konsumen blok tersebut kemungkinan akan tertunda, tulis Politico.

Peta jalan terbaru Komisi Eropa untuk menangkal kekurangan yang akan datang adalah rencana jangka panjang yang telah ada selama bertahun-tahun, dengan hanya beberapa tambahan darurat seperti bantuan negara untuk petani yang terkena dampak, penetapan pupuk sebagai komoditas yang relevan dengan krisis, dan janji peningkatan anggaran pertanian Uni Eropa, tulis media tersebut.

Namun, beberapa pejabat Uni Eropa dilaporkan telah memperingatkan strategi jangka panjang yang mengandalkan kotoran sapi tidak akan cukup.

“Pupuk kandang dapat menjadi kontribusi, tetapi tidak akan pernah dapat menggantikan pupuk berbasis urea, pupuk berbasis nitrogen,” Politico mengutip pernyataan anggota Parlemen Eropa asal Italia dan anggota Komite AGRI, Herbert Dorfmann.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Terungkap! Israel Sudah...
Terungkap! Israel Sudah Siapkan Perang Berhari-hari Lawan Iran, Panggil Tentara Cadangan
Rekomendasi
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
Berita Terkini
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved