Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina

Jum'at, 15 Mei 2026 - 18:04 WIB
loading...
Diburu ICC, Sekutu Duterte...
Mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina Ronald Bato Dela Rosa menghadapi surat perintah penangkapan dari ICC terkait perang anti-narkoba yang tewaskan ribuan orang. Foto/Philstar
A A A
MANILA - Pemerintah Filipina memperingatkan mantan kepala kepolisian nasional Ronald “Bato” Dela Rosa untuk tidak melarikan diri ke luar negeri untuk menghindari surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Sekutu mantan presiden Rodrigo Duterte ini diburu ICC terkait "perang anti-narkoba" di negara tersebut.

Bato, yang sekarang menjabat sebagai senator, nyaris lolos dari penangkapan pada hari Senin ketika dia mencari perlindungan di gedung Senat. Namun, dia pergi tanpa pemberitahuan ke lokasi yang tidak diketahui pada hari Kamis.

Baca Juga: Wapres Ini Segera Dimakzulkan, Terancam Dilarang Berpolitik Seumur Hidup

Menteri Kehakiman Fredderick Vida mengonfirmasi bahwa Manila telah menerima surat perintah penangkapan untuk Bato Dela Rosa dari ICC, tetapi sedang menunggu Mahkamah Agung Filipina untuk menyelesaikan petisi senator yang menantang legalitas surat perintah tersebut.

“Departemen Kehakiman akan menganggap setiap upaya Senator Bato Dela Rosa untuk meninggalkan negara sebagai ejekan terhadap keadilan,” kata Vida dalam konferensi pers, Jumat (15/5/2026).

"Petugas penegak hukum dan petugas perbatasan diinstruksikan bahwa jika Senator Bato Dela Rosa mencoba meninggalkan negara, maka penangkapan yang sesuai harus dilakukan," ujarnya, seperti dikutip dari AFP.

ICC pada hari Senin membuka segel surat perintah penangkapan terhadap Bato Dela Rosa (64), menuduhnya bersama Duterte dan “pelaku bersama” lainnya melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan di luar hukum.

Presiden Senat Alan Peter Cayetano mencegah agen pemerintah untuk menangkap Bato Dela Rosa—yang juga sekutu politiknya—pada hari Senin, memberinya perlindungan di gedung tersebut.

Bato Dela Rosa menjabat sebagai kepala kepolisian nasional dari tahun 2016 hingga 2018 selama fase awal kampanye anti-narkoba Duterte dan terpilih untuk dua periode enam tahun berturut-turut di Senat pada tahun 2019 setelah pensiun dari kepolisian.

Penindakan anti-narkoba tersebut menyebabkan ribuan orang tewas, banyak di antaranya pengguna narkoba dan pengedar narkoba tingkat rendah, menurut pengawas hak asasi manusia (HAM).

Bato Dela Rosa telah meminta Mahkamah Agung untuk menghentikan pemerintah dari penegakan surat perintah penangkapan ICC dan menyatakan preferensi untuk diadili di pengadilan Filipina jika dia didakwa.

Atasannya, Duterte, telah ditangkap pada Maret tahun lalu, diterbangkan ke Belanda pada hari yang sama, dan ditahan di Den Haag menunggu persidangan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
Sidang Pemakzulan Digelar,...
Sidang Pemakzulan Digelar, Nasib Wakil Presiden di Ujung Tanduk
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Trump Dilaporkan Dukung...
Trump Dilaporkan Dukung Presiden FIFA Infantino Jadi Sekjen PBB, Gantikan Guterres
Rekomendasi
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Pernah Didiagnosis Depresi...
Pernah Didiagnosis Depresi Mayor, Saddam Permana Ceritakan Titik Terendah Hidupnya
Baper dan Penuh Twist!...
Baper dan Penuh Twist! Bring Back My Heart Jadi Microdrama yang Wajib Ditonton di V+Short
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved