Usai Bantu Iran Melacak Pesawat Pengebom B-2 AS, Perusahaan Satelit China Ledek Amerika

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:04 WIB
loading...
Usai Bantu Iran Melacak...
Perusahaan satelit China, MizarVision, meledek Amerika Serikat setelah dijatuhi sanksi gara-gara membantu Iran melacak pesawat pengebom B-2 selama perang. Foto/FSGT Christopher Dickson
A A A
BEIJING - Sebuah perusahaan intelijen geospasial China yang mengeklaim melacak pesawat pengebom B-2 Amerika Serikat (AS) selama perang Amerika-Israel terhadap Iran dan menerbitkan citra satelit komersial fasilitas militer AS di seluruh Timur Tengah kini mengejek Amerika.

Perusahaan bernama MizarVision tersebut menjadi terkenal awal tahun ini ketika dituduh memberikan intelijen penting kepada Iran yang membantu Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melancarkan serangan presisi terhadap pangkalan-pangkalan AS di seluruh Timur Tengah.

Baca Juga: Iran Ambil Rudal Tomahawk AS yang Gagal Meledak untuk Direplikasi Teknologinya

Meskipun peran MizarVision telah disesalkan oleh pejabat AS dan Pentagon pada saat itu, Departemen Luar Negeri Amerika baru mengambil tindakan hukuman baru-baru ini. Pada 8 Mei, departemen tersebut memberikan sanksi kepada empat entitas, termasuk karena menyediakan citra satelit yang memungkinkan serangan militer Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah.

Daftar entitas tersebut mencakup Meentropy Technology (Hangzhou) Co., Ltd atau MizarVision, sebuah perusahaan intelijen geospasial yang berbasis di China yang menerbitkan gambar sumber terbuka yang merinci aktivitas militer AS selama Operasi Epic Fury.

MizarVision menanggapi pemberlakuan sanksi AS dengan ledekan. Perusahaan ini merespons dengan memasang iklan rekrutmen di media sosial yang secara lucu menyertakan tangkapan layar pemberitahuan sanksi bersamaan dengan lowongan pekerjaan.

“Dunia luar kadang-kadang mengirimkan ‘kejutan’ kepada kita, tetapi kita selalu menjadi tipe yang menerimanya dengan senyum dan terus maju,” tulisnya dalam pemberitahuan rekrutmen, seperti dikutip dari EurAsian Times, Kamis (14/5/2026).

“Jika Anda percaya pada keunggulan melalui kekuatan, menyukai teknik kelas tempur, tahu cara mengubah tekanan menjadi produktivitas—selamat bergabung dengan kami!”

Yang perlu diperhatikan, penambahan perusahaan ke daftar sanksi berarti bahwa warga negara dan entitas Amerika dilarang melakukan bisnis apa pun dengannya, dan asetnya yang ada di AS akan dibekukan, yang secara efektif memutusnya dari sistem keuangan AS.

Sanksi tersebut dikecam oleh Kementerian Luar Negeri China.

“China dengan tegas menentang sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional dan tidak diizinkan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata juru bicara kementerian tersebut, Guo Jiakun, seraya berjanji untuk dengan tegas melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China.

Para netizen China memuji iklan lowongan pekerjaan MizarVision di Weibo. Sementara beberapa memuji “sikap menantang” dan “sikap agresif” perusahaan terhadap tindakan sewenang-wenang Amerika, yang lain memandang sanksi tersebut sebagai bukti dampak MizarVision dan tanda meningkatnya kemampuan China dalam teknologi satelit komersial dan Intelijen Sumber Terbuka (OSINT).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Sebut AS Penjaga Selat...
Sebut AS Penjaga Selat Hormuz, Trump Tuntut Tarif Rp 480 Miliar per Kapal Supertanker
Ini Isi Surat Trump...
Ini Isi Surat Trump ke Kongres, Jelaskan Alasan AS Serang Iran Lagi
Rekomendasi
Mengapa Penalti Spanyol...
Mengapa Penalti Spanyol Tetap Sah Meski Lamine Yamal Diduga Handball?
Digelar Hari Ini, Ruben...
Digelar Hari Ini, Ruben Onsu Siap Hadapi Sarwendah di Sidang Perdana Gugatan Hak Asuh Anak
Gunung Dukono Erupsi,...
Gunung Dukono Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 2.300 Meter
Berita Terkini
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved