Usai Bantu Iran Melacak Pesawat Pengebom B-2 AS, Perusahaan Satelit China Ledek Amerika

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:04 WIB
loading...
A A A
Bulan lalu, mereka menerbitkan laporan yang menganalisis pergerakan pesawat tanker KC-135 dan KC-46 AS selama Operasi Epic Fury.

Laporan tersebut menggambarkan hubungan penting antara pergerakan pesawat tanker yang diketahui dan serangan terhadap target Iran.

Yang perlu diperhatikan, pesawat tanker pengisian bahan bakar dapat dilacak menggunakan sinyal Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADSB), yang digunakan untuk melacak pesawat.

Karena pesawat pengebom siluman sangat kecil kemungkinannya untuk menyiarkan sinyal ADS-B selama penerbangan operasional, perusahaan tersebut mencoba mencocokkan lokasi pesawat tanker dengan pergerakan pesawat pengebom yang diketahui atau dicurigai.

Tidak jelas peran AI dalam proses tersebut. Namun, perusahaan tersebut sebelumnya melakukan upaya pemantauan selama sebulan yang juga menggunakan citra satelit untuk mendokumentasikan penempatan berbagai aset militer AS di seluruh Timur Tengah.

Selain itu, perusahaan tersebut diduga telah memetakan jalur penerbangan pesawat tanker AS yang menuju dari Israel ke Teluk, bersama dengan orbit pengisian bahan bakar KC-135 tertentu di wilayah tersebut, dan mempostingnya ke media sosial. Namun, postingan tersebut kemudian dihapus tanpa penjelasan.

Untuk melacak pola serangan pesawat pengebom AS, MizarVision membuat timeline komprehensif yang memisahkan operasi pesawat tanker AS menjadi tiga fase. Laporan tersebut merinci bagaimana pesawat tanker tersebut membangun posisi pengisian bahan bakar untuk mendukung aktivitas pesawat pengebom AS.

Fu Qianshao, seorang analis militer dan mantan perwira Angkatan Udara China, mengatakan kepada SCMP bahwa pemantauan pesawat tanker memungkinkan penilaian yang adil terhadap aktivitas pesawat pengebom AS. “Zona pengisian bahan bakar di udara umumnya telah ditentukan sebelumnya, dan pesawat tanker yang berputar-putar di stasiun relatif mudah untuk dilihat,” kata Fu.

Meskipun tidak dapat diverifikasi secara independen, klaim tersebut tentu saja memerlukan pengawasan ketat oleh Amerika Serikat, terutama mengingat MizarVision kemungkinan terkait dengan pemerintah China.

Selain itu, dengan menyediakan informasi situasi militer yang terperinci dan beranotasi secara bebas, perusahaan tersebut dapat mengikis kerahasiaan operasional dalam situasi perang potensial.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
AS Serang Iran, Ledakan...
AS Serang Iran, Ledakan Hebat Terdengar di Bandara Abbas hingga Pulau Qeshm
Trump Lapor ke Kongres...
Trump Lapor ke Kongres AS, Operasi Militer terhadap Iran Dimulai Lagi
Rekomendasi
Lowongan Kerja KAI Services...
Lowongan Kerja KAI Services 2026 Dibuka, Lulusan SMA Segera Daftar
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Istri Sirinya Mau Lahiran,...
Istri Sirinya Mau Lahiran, Vicky Prasetyo Minta Doa
Berita Terkini
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Infografis
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Satelit China Dukung Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved