Pakar AS Ini Yakin Washington Menderita Kekalahan Total yang Belum Pernah Terjadi, Ini Analisisnya

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:30 WIB
loading...
A A A
"Iran tidak hanya akan dapat menuntut bea untuk pelayaran, tetapi juga membatasi transit hanya kepada negara-negara yang memiliki hubungan baik dengannya," tulisnya.

Dengan secara dramatis menolak rencana komprehensif Iran untuk mengakhiri perang, Trump menjebak AS di persimpangan tiga arah yang fatal: melanjutkan perang yang kalah, menerima kekalahan yang memalukan dengan syarat-syarat Iran, atau menghadapi eskalasi tanpa akhir.

4. Solusinya Mengakomodasi Kepentingan Iran

Menurut Kagan, Iran tidak tertarik untuk kembali ke status quo sebelum perang. Sebagian besar negara Teluk Persia, menurutnya, tidak akan punya pilihan selain mengakomodasi Teheran, yang secara efektif menjadikan Iran sebagai kekuatan regional yang dominan.

"Amerika Serikat akan membuktikan dirinya sebagai macan kertas, memaksa negara-negara Teluk (Persia) dan negara-negara Arab lainnya untuk mengakomodasi Iran," tulis Kagan.

Ia juga menolak anggapan bahwa koalisi sekutu dapat memperbaiki situasi tersebut.

"Jika Amerika Serikat dengan Angkatan Lautnya yang perkasa tidak mampu atau tidak mau membuka selat tersebut, maka koalisi kekuatan mana pun yang hanya memiliki sebagian kecil kemampuan Amerika pun tidak akan mampu melakukannya," katanya.

5. Posisi Geopolitik AS Akan Berubah

Kagan menggambarkan keruntuhan tersebut bukan sebagai kemunduran regional, tetapi sebagai kegagalan strategis global yang secara fundamental mengubah posisi Amerika di dunia.

"Posisi Amerika yang dulunya dominan di Teluk Persia hanyalah korban pertama dari banyak korban lainnya," ia memperingatkan. "Sekutu Amerika di Asia Timur dan Eropa harus mempertanyakan daya tahan Amerika jika terjadi konflik di masa depan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved