Pakar AS Ini Yakin Washington Menderita Kekalahan Total yang Belum Pernah Terjadi, Ini Analisisnya

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:30 WIB
loading...
Pakar AS Ini Yakin Washington...
AS menderita kekalahan total yang belum pernah terjadi sebelumnya. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Dalam pengakuan kesalahan yang patut diperhatikan dari salah satu komentator neokonservatif paling berpengaruh di Amerika, Robert Kagan percaya bahwa Amerika Serikat telah menderita "kekalahan total" dalam perang yang sedang berlangsung melawan Iran , yang telah menghancurkan kedudukan globalnya secara permanen.

Pakar AS Ini Yakin Washington Menderita Kekalahan Total yang Belum Pernah Terjadi, Ini Analisisnya

1. Kekalahan yang Belum Pernah Terjadi dalam Sejarah AS

Kagan, salah satu pendiri Project for the New American Century dan peneliti senior di Brookings Institution, adalah pendukung vokal perang melawan Irak dan pendukung seumur hidup intervensi militer Amerika di Timur Tengah.

Namun dalam sebuah artikel baru-baru ini untuk The Atlantic, ia memberikan penilaian suram tentang perang agresi saat ini terhadap Republik Islam Iran, yang diluncurkan pada 28 Februari.

"AS menderita kekalahan total," tulis Kagan, menggambarkan kekalahan tersebut sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Amerika dan yang "tidak dapat diperbaiki maupun diabaikan."


2. Berbeda dengan Perang Vietnam dan Afghanistan

Meskipun mengakui bahwa kegagalan militer Amerika sebelumnya menimbulkan biaya yang besar, Kagan menegaskan bahwa perang ini pada dasarnya berbeda sifatnya.

"Kekalahan di Vietnam dan Afghanistan memang mahal tetapi tidak menimbulkan kerusakan jangka panjang pada posisi Amerika secara keseluruhan di dunia," tulis komentator terkemuka itu.

"Kekalahan dalam konfrontasi saat ini dengan Iran akan memiliki karakter yang sama sekali berbeda."

3. Pemicunya Adalah Selat Hormuz

Inti dari bencana ini, Kagan mencatat, adalah kemampuan baru Iran untuk mengendalikan Selat Hormuz, jalur air paling strategis di dunia, tanpa tantangan apa pun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved