AS dan Iran Belum Capai Kesepakatan, Kapal Tanker Qatar Berlayar ke Selat Hormuz

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:25 WIB
loading...
AS dan Iran Belum Capai...
AS dan Iran belum capai kesepakatan untuk mengakhiri perang. Foto/X/@JavierBlas
A A A
TEHERAN - Ketenangan relatif terjadi di sekitar Selat Hormuz pada Minggu pagi setelah beberapa hari terjadi peningkatan pertempuran sporadis, sementara Amerika Serikat menunggu tanggapan Iran terhadap proposal terbarunya untuk mengakhiri pertempuran selama lebih dari dua bulan dan memulai pembicaraan damai.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada hari Jumat bahwa Washington mengharapkan tanggapan dalam beberapa jam. Tetapi sehari kemudian, tidak ada tanda-tanda pergerakan dari Teheran atas proposal tersebut, yang secara resmi akan mengakhiri perang sebelum pembicaraan tentang isu-isu yang lebih kontroversial, termasuk program nuklir Iran.

Rubio bertemu dengan Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani di Miami pada hari Sabtu dan membahas perlunya terus bekerja sama “untuk mencegah ancaman dan meningkatkan stabilitas dan keamanan di seluruh Timur Tengah,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan tersebut tidak secara khusus menyebutkan Iran.



Kapal tanker gas alam cair Qatar, Al-Kharaitiyat, berlayar melalui Selat Hormuz pada hari Minggu menuju Pakistan, menurut data pengiriman LSEG, dalam sebuah langkah yang menurut sumber disetujui oleh Iran untuk membangun kepercayaan dengan Qatar dan Pakistan, keduanya merupakan mediator dalam perang tersebut.

Ini menandai transit pertama kapal LNG Qatar melalui selat tersebut sejak konflik dimulai.

Juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, mengatakan pada hari Minggu bahwa negara-negara yang mengikuti sanksi AS terhadap Iran akan ‘menghadapi kesulitan melintasi Selat Hormuz,’ lapor kantor berita Tasnim.

Dengan Presiden AS Donald Trump yang akan memulai kunjungan ke China minggu depan, tekanan untuk mengakhiri perang telah meningkat, yang telah menjerumuskan pasar energi ke dalam kekacauan dan menimbulkan ancaman yang semakin besar bagi ekonomi dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
Tim Pelajar Indonesia...
Tim Pelajar Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2026
Penipuan Kursus Bahasa...
Penipuan Kursus Bahasa Arab dengan Bonus Umrah Dilaporkan ke Bareskrim, Korban Rugi Ratusan Juta
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved