AS dan Iran Belum Capai Kesepakatan, Kapal Tanker Qatar Berlayar ke Selat Hormuz

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:25 WIB
loading...
A A A
Iran telah berulang kali menargetkan UEA dan negara-negara Teluk lainnya yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.

Dalam apa yang disebut UEA sebagai eskalasi besar, Iran meningkatkan serangan minggu ini sebagai respons. Menanggapi pengumuman Trump tentang "Proyek Kebebasan" untuk mengawal kapal-kapal di selat tersebut, yang dihentikannya setelah 48 jam.

Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa gencatan senjata, yang diumumkan pada 7 April, tetap berlaku meskipun terjadi peningkatan ketegangan, sementara Iran menuduh AS melanggarnya.

“Setiap kali solusi diplomatik ada di meja perundingan, AS memilih petualangan militer yang gegabah,” kata Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi pada hari Jumat.

AS hanya mendapat sedikit dukungan internasional dalam konflik tersebut. Setelah bertemu dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Rubio mempertanyakan mengapa Italia dan sekutu lainnya tidak mendukung upaya Washington untuk membuka kembali selat tersebut, memperingatkan adanya preseden berbahaya jika Teheran diizinkan untuk mengendalikan jalur air internasional.

Berbicara di Stockholm, Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan negara-negara Eropa memiliki tujuan yang sama untuk menghentikan Iran mendapatkan senjata nuklir dan mengatakan mereka sedang berupaya menjembatani perbedaan dengan Washington. Inggris, yang telah bekerja sama dengan Prancis dalam proposal untuk memastikan transit yang aman melalui selat tersebut setelah situasi stabil, mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka mengerahkan kapal perang ke Timur Tengah sebagai persiapan untuk misi multinasional tersebut.

Sambil mengejar diplomasi, AS juga meningkatkan sanksi untuk menekan Iran.

Melansir Arab News, beberapa hari sebelum Trump melakukan perjalanan ke China untuk bertemu Presiden Xi Jinping, Departemen Keuangan AS pada hari Jumat mengumumkan sanksi terhadap 10 individu dan perusahaan, termasuk beberapa di China dan Hong Kong, karena membantu upaya militer Iran untuk mendapatkan senjata dan bahan baku yang digunakan untuk membangun drone Shahed milik Teheran.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved