Jet Tempur Siluman J-35AE China untuk Pakistan Berisiko Picu Eskalasi Nuklir dengan India

Kamis, 07 Mei 2026 - 11:24 WIB
loading...
A A A
Di sisi lain, Operasi Rising Lion Israel terhadap Iran pada Juni 2025 menggarisbawahi bagaimana pesawat tempur generasi kelima dapat melumpuhkan pertahanan udara modern.

Misalnya, dua pakar militer Alexander Palmer dan Kendall Ward menyebutkan dalam sebuah laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) Oktober 2025 bahwa F-35I Israel digunakan dalam paket serangan terpadu, terkadang terbang lebih dulu dalam peran intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) untuk memandu penargetan dan mendukung serangan terkoordinasi terhadap pertahanan udara Iran.

Palmer dan Ward mencatat bahwa operasi-operasi ini berkontribusi pada serangan yang menghancurkan sistem pertahanan udara terpadu (IADS) Iran dan memungkinkan Israel mencapai superioritas udara dalam waktu empat hari, memungkinkan pesawat untuk beroperasi bebas di atas Iran tanpa kerugian.

Mereka menambahkan bahwa kekuatan udara dan rudal, yang didukung oleh kemampuan tersebut, sangat menentukan dalam kampanye tersebut, yang bergantung pada pemeliharaan superioritas udara cukup lama untuk melemahkan infrastruktur nuklir Iran melalui serangan berkelanjutan.

Model tersebut—menggunakan pesawat siluman untuk menekan pertahanan udara dan memungkinkan serangan lanjutan—menawarkan template yang dapat ditiru Pakistan dengan J-35AE. Dilihat dari sudut pandang tersebut, J-35AE dapat memberi Pakistan pilihan penangkal konvensional yang kredibel terhadap infrastruktur nuklir India.

Sebagai ilustrasi gagasan tentang kekuatan penangkal konvensional, pakar Kartik Bommakanti menyebutkan dalam laporan Observer Research Foundation (ORF) Maret 2026 bahwa selama permusuhan Mei 2025, India menggunakan rudal jelajah supersonik BrahMos untuk menyerang pangkalan udara Pakistan, terutama pangkalan udara Nur Khan.

Nur Khan terletak hanya sekitar 1,6 kilometer dari markas Divisi Perencanaan Strategis Pakistan, yang bertanggung jawab untuk mengelola persenjataan nuklir negara tersebut. Pakar lainnya, Mhairi McClafferty, menunjukkan dalam laporan BASIC Maret 2026 bahwa India mungkin memilih untuk menyerang pangkalan Nur Khan untuk memberi sinyal kepada Pakistan bahwa India dapat melumpuhkan komando dan kendali nuklirnya.

Demikian pula, pakar program nuklir India-Pakistan, Mansoor Ahmed, menyatakan dalam wawancara April 2025 dengan International Institute of Strategic Studies (IISS) bahwa Pakistan merespons dengan opsi kekuatan penangkal konvensionalnya, yang terdiri dari kemampuan presisi jarak jauh dan kemampuan serangan dari jarak jauh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Kejutan! Maroko Singkirkan...
Kejutan! Maroko Singkirkan Belanda Lewat Drama Adu Penalti
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved