Kapal Perang USS Higgins Amerika Ngadat Berjam-jam di Indo-Pasifik, Penyebab Masih Misteri

Minggu, 03 Mei 2026 - 07:17 WIB
loading...
Kapal Perang USS Higgins...
USS Higgins, kapal perang Amerika Serikat yang ngadat berjam-jam di perairan Indo-Pasifik. Foto/Cpl. Kira Ducato/US Marine Corps
A A A
JAKARTA - Sebuah kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) kehilangan daya dan tenaga penggerak selama beberapa jam di perairan Indo-Pasifik. Angkatan Laut AS menyebut insiden pada Selasa itu sebagai "kerusakan teknik" pada sistem kelistrikannya.

Kapal perang yang ngadat itu adalah USS Higgins—kapal perusak rudal berpemandu. Seorang analis Angkatan Laut mengatakan kepada CNN, Sabtu (2/5/2026), bahwa USS Higgins dan sekitar 300 awaknya "tidak berdaya" di perairan.

Baca Juga: Kapal Induk Terbesar AS Gerald R Ford Mundur dari Perang Iran

Angkatan Laut AS mengeklaim tidak ada cedera di antara mereka yang berada di kapal. "USS Higgins mengalami kehilangan daya di seluruh kapal," kata Komandan Matthew Comer, juru bicara Armada ke-7 AS, dalam sebuah pernyataan.

"Laporan awal menunjukkan kerusakan listrik, yang mungkin menghasilkan percikan api atau asap yang berhenti setelah daya dimatikan," lanjut Comer.

Menurut Comer, daya dan tenaga penggerak telah dipulihkan di atas kapal perusak kelas Arleigh Burke tersebut.

Namun, seorang pejabat pertahanan mengatakan kepada CNN bahwa pemadaman listrik dan propulsi berlangsung selama beberapa jam.

Itu adalah waktu yang cukup lama bagi kapal untuk kehilangan kemampuan mengendalikan pergerakannya di laut, dengan radar yang dioperasikan secara elektrik dan pertahanan tempur yang tidak berfungsi.

“Kapal itu tidak berdaya, buta secara elektronik dan tidak bergerak,” kata Carl Schuster, mantan kapten Angkatan Laut AS. Menurutnya, generator diesel darurat hanya akan memberi daya pada komunikasi dan pendingin udara.

Pernyataan Angkatan Laut tidak menyebutkan di mana di wilayah tanggung jawab Komando Indo-Pasifik—yang membentang dari perairan lepas pantai barat AS hingga perbatasan barat India, dan dari Kutub Utara hingga Antartika—insiden itu terjadi.

Pernyataan itu hanya menegaskan bahwa penyebab masalah tersebut sedang diselidiki.

Kapal perusak kelas Arleigh Burke seperti USS Higgins adalah andalan armada permukaan Angkatan Laut AS, dengan lebih dari 70 unit yang beroperasi.

USS Higgins, yang ditugaskan pada tahun 1999, membawa sekitar 300 awak dan bermarkas di Yokosuka, Jepang.

Dengan panjang 505 kaki dan bobot lebih dari 8.200 ton, kapal ini membawa sistem tempur Aegis dan memiliki tabung peluncur vertikal untuk berbagai rudal, termasuk rudal serang darat Tomahawk.

Masalah sebelumnya dialami kapal Angkatan Laut AS lainnya, yakni kapal induk USS Gerald R. Ford. Kapal ini mengalami kebakaran di area pencucian pada 12 Maret lalu.

Militer AS mengatakan insiden itu tidak terkait dengan pertempuran melawan Iran. Dua pelaut menerima perawatan medis untuk cedera yang tidak mengancam jiwa dan dalam kondisi stabil. Saat ini, kapal induk terbesar AS itu sedang ditarik pulang dari Timur Tengah setelah dikerahkan selama 309 hari.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Jakarta Siap Jadi Tuan...
Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Kompetisi Berkuda Internasional Terbesar di Asia
Kenaikan Harga Gas Industri...
Kenaikan Harga Gas Industri Picu Gelombang PHK, Mensesneg: Satu-Dua Hari Akan Ambil Keputusan
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved