Iran Ajukan Formula 3 Tahap Jika AS Ingin Berunding Lagi: Akhir Perang, Hormuz, Nuklir

Senin, 27 April 2026 - 12:31 WIB
loading...
Iran Ajukan Formula...
Iran ajukan formula tiga tahap jika AS ingin berunding damai lagi. Tiga tahap perundingan itu adalah pembahasan akhir perang, Selat Hormuz, dan program nuklir. Foto/Tehran Times
A A A
TEHERAN - Iran telah mengusulkan formula tiga tahap untuk negosiasi jika Amerika Serikat (AS) ingin kembali ke meja perundingan damai. Formula tiga tahap itu adalah pembahasan pengakhiran perang, kemudian pembahasan Selat Hormuz, baru kemudian pembahasan program nuklir Teheran.

Usulan Iran itu diungkap Al Mayadeen English dalam laporan yang terbitkan hari Senin (27/4/2026). Laporan itu muncul setelah kedua pihak meninggalkan putaran kedua negosiasi di Pakistan.

Baca Juga: AS Minta Negosiasi Lagi, Iran Malah Merapat ke Rusia

Menurut laporan tersebut, Iran menyampaikan usulannya melalui mediator kepada AS.

Iran menyatakan, jika ingin negosiasi dilanjutkan dengan sukses, tiga tahap yang harus dilalui adalah:

Tahap 1: Pengakhiran perang sepenuhnya dan jaminan untuk mencegah dimulainya kembali perang melawan Iran dan Lebanon.

Tahap 2: Jika tuntutan tahap pertama disetujui, tahap kedua akan membahas pengelolaan dan administrasi jalur laut penting Selat Hormuz.

Tahap 3: Hanya setelah kedua tahap di atas dilewati, Iran akan membahas masalah program nuklir. Ini adalah poin penting karena AS terus menuntut agar Teheran menghentikan pengayaan uranium untuk waktu yang lama dan memindahkan persediaan uranium yang diperkaya keluar dari negara tersebut.

Menanggapi usulan tersebut, juru bicara Gedung Putih Olivia Wales mengatakan kepada Axios: "Ini adalah diskusi diplomatik yang sensitif dan AS tidak akan bernegosiasi melalui pers. Seperti yang telah dikatakan presiden, Amerika Serikat memegang kendali dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan rakyat Amerika, tidak pernah mengizinkan Iran untuk memiliki senjata nuklir."

Kerangka kerja yang diusulkan Iran muncul setelah putaran kedua perundingan Iran-AS di Pakistan gagal, dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengunjungi negara itu dua kali tetapi menolak untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan Washington.

Presiden AS Donald Trump, sebagai tanggapan, mengatakan bahwa tidak ada lagi penerbangan 18 jam untuk utusannya dan menambahkan bahwa diskusi selalu dapat dilakukan melalui telepon.

Araghchi sebelumnya berada di Oman, yang terletak di sisi lain Selat Hormuz yang strategis, dan kemudian mengunjungi Islamabad lagi pada hari Minggu.

Dia kini telah berangkat ke Rusia, di mana dia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin untuk membahas perkembangan terbaru mengenai negosiasi dan gencatan senjata di Timur Tengah.

Trump sendiri dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan tim keamanan nasional dan kebijakan luar negeri utamanya pada hari Senin, menurut laporan Axios.

Putaran pertama perundingan antara kedua pihak pada 11-12 April di Pakistan berakhir buntu, dengan Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan "tawaran terakhir dan terbaik" untuk kesepakatan. "Kita akan lihat apakah Iran menerimanya," katanya pada saat itu.

Ketua Parlemen yang juga kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa dia telah "mengajukan inisiatif konstruktif", tetapi tim AS tidak berhasil memenangkan kepercayaan Iran.

Gencatan senjata yang rapuh masih berlaku di Timur Tengah, tetapi perang yang dimulai pada 28 Februari tersebut masih jauh dari penyelesaian meskipun sudah hampir dua bulan berlalu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Menteri Israel Kecam...
Menteri Israel Kecam AS karena Berdamai dengan Iran: Perilaku Tak Baik!
Rekomendasi
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved