Mali Kacau! Separatis Serang Basis Militer Seluruh Negeri, Menhan Camara Tewas

Senin, 27 April 2026 - 10:06 WIB
loading...
Mali Kacau! Separatis...
Menteri Pertahanan Mali Jenderal Sadio Camara tewas setelah dua kelompok separatis menyerang basis-basis militer di seluruh negeri. Foto/X @cecild84
A A A
BAMAKO - Mali, negara di Afrika Barat, dilanda kekacauan setelah kelompok separatis Tuareg dan kelompok milisi yang berafiliasi dengan al-Qaeda kompak menyerang basis-basis militer di seluruh negeri. Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal Sadio Camara tewas setelah rumahnya ikut diserang.

Kematian Menhan Camara dipandang sebagai pukulan telak bagi pemerintah militer Mali karena pertempuran dengan kelompok bersenjata terus berlanjut.

Baca Juga: Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika

Juru bicara pemerintah, Ousmane Coulibaly, membenarkan bahwa Jenderal Camara tewas ketika kelompok penyerang menargetkan rumahnya.

Kediaman Camara di kota garnisun Kati diserang pada hari Sabtu selama serangan besar-besaran yang terkoordinasi tersebut.

Camara adalah tokoh sentral dalam pemerintahan militer yang merebut kekuasaan setelah kudeta beruntun pada tahun 2020 dan 2021.

“Dia adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam kepemimpinan militer yang berkuasa dan dipandang oleh sebagian orang sebagai calon pemimpin Mali di masa depan,” kata Nicolas Haque, analis dan jurnalis Al Jazeera yang telah banyak meliput berita dari Mali.

“Kematiannya merupakan pukulan besar bagi angkatan bersenjata negara itu," ujarnya, Senin (27/4/2026).

Haque mengatakan para penyerang melakukan serangan bom mobil bunuh diri di kediaman Camara di Kati, sebuah kota militer yang dijaga ketat sekitar 15 km (9 mil) barat laut ibu kota, Bamako, tempat Presiden Sementara Assimi Goita juga tinggal.

Istri kedua Camara dan dua cucunya juga tewas dalam serangan di rumahnya, menurut laporan kantor berita AFP.

“Kati dianggap sebagai salah satu lokasi paling aman di negara ini, namun para milisi dari Jama’at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM) yang terkait dengan al-Qaeda, bersama dengan para milisi Tuareg dari Front Pembebasan Azawad (FLA), mampu melancarkan serangan tersebut," imbuh Haque.

"Goita masih hidup dan sehat di lokasi yang aman," paparnya. “Ketika serangan terjadi, dia dipindahkan ke tempat yang aman, jadi dia tetap memegang komando militer."

Para penembak menyerang beberapa lokasi lain di Mali, termasuk Bamako, serta Gao dan Kidal di utara dan kota tengah Sevare.

Haque, mengutip para saksi mata, mengatakan suara tembakan hebat dan ledakan keras masih terdengar di Kidal pada hari Minggu. “Ini masih merupakan operasi yang sedang berlangsung lebih dari 24 jam setelah dimulai,” imbuh dia.

Analis lainnya, Bulama Bukarti, mengatakan kemungkinan lebih banyak pertempuran untuk menguasai wilayah dan lokasi strategis akan terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Dia juga menyoroti bagaimana kelompok-kelompok bersenjata yang sebelumnya saling bertempur kini telah bergabung untuk menyerang musuh bersama mereka—negara Mali.

“Ini adalah dua kelompok yang berjuang untuk tujuan yang berbeda,” kata Bukarti kepada Al Jazeera.

“Tetapi mereka bersatu tahun lalu dan mengatakan mereka akan bekerja sama ke depannya, dan apa yang telah kita lihat selama beberapa hari terakhir adalah implementasi nyata dari kesepakatan ini.”

Uni Afrika, sekretaris jenderal Organisasi Kerja Sama Islam, Biro Urusan Afrika Amerika Serikat, dan Uni Eropa mengutuk serangan tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Kecam Netanyahu, Mantan...
Kecam Netanyahu, Mantan Kepala Staf IDF: Dia Bikin Israel Kehilangan Arah!
Rekomendasi
Resmikan SDH Global...
Resmikan SDH Global di Bali, PHG: Perkuat Pendidikan Pencetak Generasi Berkarakter
Kejagung Siap Hadapi...
Kejagung Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Lodewyk Pusung Tersangka Kasus Tata Kelola MBG
Jokowi Pasti Hadir ke...
Jokowi Pasti Hadir ke Persidangan dan Tunjukkan Ijazah
Berita Terkini
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved