Blokade Pelabuhan Iran, AS Perintahkan 28 Kapal Balik Arah

Rabu, 22 April 2026 - 16:11 WIB
loading...
Blokade Pelabuhan Iran,...
Pemandangan kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata sementara selama dua minggu yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran, terlihat di Oman pada 8 April 2026. Foto/Shady Alassar/Anadolu Agency
A A A
TEHERAN - Pasukan Amerika Serikat (AS) telah memerintahkan 28 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan sejak dimulainya blokade terhadap kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran. Pernyataan itu diungkap Komando Pusat AS pada hari Selasa (21/4/2026), seperti dilaporkan Anadolu.

Komentar tersebut muncul ketika Washington mempertahankan blokade angkatan laut sejak pekan lalu, langkah yang digambarkan Teheran sebagai pelanggaran gencatan senjata.

Ketegangan meningkat setelah Iran, yang pada hari Jumat mengatakan Selat Hormuz telah dibuka kembali untuk lalu lintas maritim, kemudian mengubah haluan sehari kemudian dan kembali membatasi pergerakan kapal, dengan alasan kewajiban AS yang belum terpenuhi berdasarkan kesepakatan gencatan senjata dua minggu, yang akan berakhir pada hari Rabu.

Presiden AS Donald Trump juga menuduh Iran melanggar gencatan senjata "berkali-kali."

Wakil Presiden AS JD Vance diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Pakistan bersama utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk putaran pembicaraan baru, meskipun Iran belum mengkonfirmasi partisipasi dan telah menuntut pencabutan blokade sebagai prasyarat.

Baca juga: Pakar Militer Sebut Trump Siapkan Skenario untuk Perpanjang Perang Melawan Iran
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Presiden Nikaragua Daniel...
Presiden Nikaragua Daniel Ortega Hapus Pemilu di Negaranya, Ini Alasannya
Rekomendasi
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved