China Khawatir Jepang Jadi 'Israel di Asia', Apa Artinya?
Minggu, 19 April 2026 - 12:51 WIB
loading...
A
A
A
Demokrasi vs Otoritarianisme
China juga menyoroti latar belakang sejarah sebagai bagian dari kekhawatirannya. Warisan militerisme Jepang pada masa lalu kerap digunakan Beijing untuk membingkai peningkatan kapasitas militer Tokyo sebagai potensi ancaman.
Namun, Thondup menilai arah kebijakan Jepang saat ini lebih dipengaruhi oleh kebutuhan strategis dan solidaritas antarnegara demokrasi, bukan ambisi ekspansionis.
Implikasi dari perkembangan ini dinilai signifikan. Konflik di Taiwan berpotensi melibatkan Jepang, AS, dan sekutunya, sehingga meningkatkan risiko konflik yang lebih luas di kawasan.
Selain dampak militer, efek ekonomi juga diperkirakan akan terasa cepat melalui gangguan perdagangan dan sektor pariwisata. Di sisi lain, dimensi ideologis turut menjadi perhatian, di mana ketahanan demokrasi Jepang dipandang sebagai tantangan terhadap narasi China mengenai model pemerintahan di Asia.
“Ketakutan China bukan hanya pada peningkatan militer Jepang, tetapi pada kemungkinan Jepang menjadi benteng permanen yang didukung AS di Asia,” ucap Thondup.
Dia menilai, jika tren ini berlanjut, isu Taiwan tidak lagi menjadi sengketa bilateral, melainkan berpotensi menjadi pusat persaingan jangka panjang antara sistem demokrasi dan otoritarianisme di kawasan Indo-Pasifik.
(mas)
Lihat Juga :