China Khawatir Jepang Jadi 'Israel di Asia', Apa Artinya?

Minggu, 19 April 2026 - 12:51 WIB
loading...
China Khawatir Jepang...
Pakar menilai China khawatir menjadi Israel di Asia di tengah kebijakan strategis Jepang bergerak menuju peran lebih aktif dalam keamanan kawasan. Foto/Al Mayadeen
A A A
JAKARTA - China dilaporkan semakin khawatir terhadap arah kebijakan strategis Jepang yang dinilai terus bergerak menuju peran lebih aktif dalam keamanan kawasan.

Dikutip dari European Times, Minggu (19/4/2026), akademisi Khedroop Thondup asal University of San Francisco juga menilai China kemungkinan melihat Jepang sebagai negara yang berpotensi menjadi “Israel di Asia".

Baca Juga: Kapal Perang Sekutu AS Masuk Selat Taiwan, China Marah

Istilah tersebut merujuk pada negara demokrasi kecil namun berteknologi maju, yang didukung Amerika Serikat dan siap menghadapi negara otoriter yang lebih besar. Analogi ini, menurut Thondup, mencerminkan kekhawatiran China bahwa Jepang dapat berkembang menjadi basis permanen kekuatan militer AS di Asia.

“Analogi ini bukan sekadar retorika, tetapi mencerminkan kekhawatiran Beijing bahwa Jepang bisa menjadi pos militer permanen AS di Asia,” sebut Thondup, yang pernah menjadi asisten pribadi Dalai Lama di awal era 1980-an.

Peran Israel di Timur Tengah selama ini ditandai oleh dukungan kuat AS, keunggulan teknologi dan militer, serta kesiapan untuk bertindak secara tegas dalam konflik regional. Thondip menilai Jepang mulai menunjukkan karakteristik serupa.

Anggaran pertahanan Jepang diproyeksikan mencapai 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2027, yang akan menempatkannya di antara negara dengan belanja militer terbesar di dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Sidang Putusan Perkara...
Sidang Putusan Perkara Chromebook Digelar 30 Juni, Nadiem: Saya Harap Keputusannya Bebas
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved