Trump Klaim Buka Selat Hormuz Secara Permanen untuk China

Kamis, 16 April 2026 - 09:01 WIB
loading...
Trump Klaim Buka Selat...
Presiden AS Donald Trump klaim dia membuka Selat Hormuz secara permanen untuk China dan juga untuk dunia. Foto/White House
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim dia akan membuka Selat Hormuz secara permanen. Menurutnya, dia melakukan langkah itu untuk China dan juga untuk dunia.

"China sangat senang karena saya membuka Selat Hormuz secara permanen. Saya melakukannya untuk mereka juga—dan untuk dunia. Situasi ini tidak akan pernah terjadi lagi," tulis Trump di Truth Social.

Baca Juga: Iran Bidik Kapal Induk dan Seluruh Kapal Perang AS: Kami Akan Tenggelamkan Semuanya!

Trump kemudian mengeklaim bahwa Presiden China Xi Jinping akan memeluknya. "Mereka telah setuju untuk tidak mengirim senjata ke Iran. Presiden Xi akan memeluk saya erat-erat ketika saya sampai di sana dalam beberapa minggu. Kami bekerja sama dengan cerdas dan sangat baik! Bukankah itu lebih baik daripada berperang??? TETAPI INGAT, kami sangat pandai berperang, jika perlu—jauh lebih baik daripada siapa pun!!! Presiden DJT," lanjut Trump.

Trump awalnya mengumumkan blokade jalur perairan vital itu pada hari Minggu setelah perundingan yang dimediasi Pakistan gagal menghasilkan kesepakatan damai dengan Iran. Pada hari Selasa, Komando Pusat AS melaporkan bahwa kapal perang Amerika telah secara efektif memblokade semua kapal perdagangan Iran melalui selat tersebut.

Trump dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada 14 Mei, sementara Xi Jinping diperkirakan akan mengunjungi Washington untuk kunjungan balasan di kemudian hari.

China belum menanggapi pesan terbaru pemimpin AS tentang pembukaan kembali Selat Hormuz, tetapi sebelumnya telah berulang kali membantah laporan tentang pemberian dukungan militer apa pun kepada Iran.

Beijing juga menuduh Washington pada hari Selasa melakukan perilaku berbahaya dan tidak bertanggung jawab atas blokade kapal-kapal Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Ketum PSOI Pandu Sjahrir...
Ketum PSOI Pandu Sjahrir Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Anggaran Pelatnas Multiyears
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Berita Terkini
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved