Sekutu-sekutu NATO Tolak Gabung AS dalam Blokade Selat Hormuz

Selasa, 14 April 2026 - 09:20 WIB
loading...
Sekutu-sekutu NATO Tolak...
Sekutu-sekutu NATO tolak bergabung dengan AS dalam blokade Selat Hormuz. Foto/Screenshot video New York Post
A A A
LONDON - Sekutu-sekutu NATO mengatakan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz. Mereka hanya bersedia ikut campur mengamankan lalu lintas selat itu setelah perang AS-Israel melawan Iran berakhir.

Langkah sekutu-sekutu NATO itu kemungkinan akan membuat Trump marah dan semakin meningkatkan ketegangan di internal aliansi.

Baca Juga: Inggris Tolak Gabung AS Blokade Pelabuhan Iran di Selat Hormuz

Trump mengatakan militer AS akan bekerja sama dengan negara lain untuk memblokade semua lalu lintas maritim di jalur perairan tersebut, setelah perundingan akhir pekan di Islamabad gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik enam minggu dengan Iran.

Militer AS kemudian menjelaskan bahwa blokade, yang seharusnya dimulai pukul 14.00 GMT pada hari Senin, hanya akan berlaku untuk kapal yang menuju atau dari pelabuhan Iran.

Sejak dimulainya perang pada 28 Februari, Iran sebagian besar telah memblokir selat tersebut untuk semua kapal selain kapalnya sendiri.

Iran berupaya untuk menjadikan kendalinya atas selat tersebut permanen dan mungkin memungut biaya dari kapal-kapal yang menggunakannya.

"Blokade akan segera dimulai. Negara-negara lain akan terlibat dalam blokade ini," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Minggu.

Namun sekutu NATO, termasuk Inggris dan Prancis, mengatakan mereka tidak akan terlibat dalam konflik dengan mengambil bagian dalam blokade tersebut, dan mengatakan bahwa mereka sedang mengerjakan inisiatif untuk membuka jalur perairan tersebut, tempat seperlima pasokan minyak global biasanya melewatinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Perang Semakin Sengit,...
Perang Semakin Sengit, Inggris Mulai Tarik Staf Kedubes dari Iran
Rekomendasi
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Berita Terkini
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved