Sekutu-sekutu NATO Tolak Gabung AS dalam Blokade Selat Hormuz

Selasa, 14 April 2026 - 09:20 WIB
loading...
A A A
Inisiatif ini bertujuan untuk menetapkan aturan untuk jalur aman dan koordinasi kapal militer untuk mengawal kapal tanker, kata PM Starmer di parlemen pada hari Senin.

“Izinkan saya memperjelas, ini tentang melindungi pelayaran dan mendukung kebebasan navigasi setelah konflik berakhir. Tujuan bersama kita di sini adalah rencana multinasional yang terkoordinasi dan independen,” katanya.

Pertemuan untuk menyusun rencana misi yang melibatkan sekitar 30 negara, termasuk negara-negara Teluk, India, Yunani, Spanyol, Italia, Belanda, dan Swedia, dapat terjadi paling cepat pada hari Kamis di Paris atau London, kata seorang sumber diplomatik Prancis.

Kapal-kapal militer akan memberikan jaminan tanpa bersikap agresif, kata sumber tersebut, menambahkan bahwa Iran dan AS akan diberitahu tentang misi tersebut tetapi tidak akan berperan langsung.

Sumber diplomatik Eropa lainnya mempertanyakan apakah Trump akan menyambut misi tersebut sekarang setelah dia memerintahkan blokade.

“Karena Trump sekarang menggunakan selat itu sebagai pengaruhnya sendiri, apakah dia bahkan menginginkan misi di sana?” kata sumber tersebut.

Selat Hormuz harus dibuka kembali melalui diplomasi, kata Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada hari Senin, menambahkan bahwa menciptakan pasukan internasional untuk mengawasinya akan rumit.

Dia menyerukan NATO untuk memperbaiki hubungannya dengan Trump pada pertemuan puncak di Ankara pada bulan Juli.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Rayakan Hari Yahudi,...
Rayakan Hari Yahudi, Ribuan Pemukim Ilegal Israel Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved