Mengapa Perundingan 21 Jam AS-Iran Gagal? Ini Jawaban Versi Kedua Kubu

Minggu, 12 April 2026 - 10:34 WIB
loading...
Mengapa Perundingan...
Perundingan damai 21 jam antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, gagal menghasilkan kesepakatan. Foto/Dawn
A A A
ISLAMABAD - Perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan gagal menghasilkan kesepatan setelah 21 jam negosiasi. Mengapa perundingan ini bisa gagal? Baik Teheran maupun Washington memiliki jawaban sendiri.

Jawaban Versi AS


Wakil Presiden AS JD Vance, yang memimpin delegasi Amerika, menolak untuk memberikan rincian hasil negosiasi 21 jam. Namun, dia menyebutkan bahwa inti perselisihan adalah tentang senjata nuklir.

Baca Juga: Wapres Vance: Perundingan AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan!

"Faktanya adalah kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan mencari senjata nuklir dan mereka tidak akan mencari alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat mencapai senjata nuklir," kata Vance.

Dia menambahkan bahwa itu adalah tujuan utama Presiden Donald Trump, dan itulah yang telah mereka coba capai melalui negosiasi.

"Program nuklir mereka, fasilitas pengayaan yang mereka miliki sebelumnya, telah dihancurkan," imbuh Vance.

Vance mengajukan pertanyaan retoris menanyakan apakah Iran memiliki kemauan untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dalam jangka panjang dan memberikan jawaban sederhana: "Tidak."

“Pertanyaan sederhananya adalah, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir—bukan hanya sekarang, bukan hanya dua tahun dari sekarang, tetapi untuk jangka panjang? Kita belum melihatnya. Kita berharap akan melihatnya,” kata Vance.

Iran bersikeras bahwa mereka tidak sedang mengejar ambis untuk memiliki bom atom, dan AS serta Israel telah mengebom situs-situs sensitif Iran baik dalam perang yang diluncurkan pada 28 Februari maupun pada Juni tahun lalu.

Menanggapi pertanyaan seorang jurnalis tentang apakah aset beku Iran dibahas selama perundingan 21 jam, Vance mengatakan bahwa banyak isu lainnya dibahas. "Tetapi kami tidak dapat mencapai situasi di mana Iran bersedia menerima persyaratan kami," katanya.

Vance mengatakan delegasi AS cukup fleksibel, akomodatif dan bahwa pihaknya datang dengan itikad baik, seperti yang diminta oleh Trump untuk melakukan upaya terbaik untuk mendapatkan kesepakatan. "Kami melakukan itu," katanya.

Jawaban Versi Iran


Menurut laporan Press TV, jaringan berita Iran, berbagai isu, termasuk Selat Hormuz, telah menjadi poin perselisihan.

Lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, menyalahkan "tuntutan tidak masuk akal" AS atas kebuntuan dalam perundingan di Islamabad yang bertujuan mengakhiri perang di Timur Tengah.

"Delegasi Iran bernegosiasi terus menerus dan intensif selama 21 jam untuk melindungi kepentingan nasional rakyat Iran; terlepas dari berbagai inisiatif dari delegasi Iran, tuntutan tidak masuk akal dari pihak Amerika mencegah kemajuan negosiasi. Dengan demikian, negosiasi berakhir," kata IRIB di Telegram, tanpa merinci detail tuntutan AS apa yang dianggap tidak masuk akal.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya tidak rencana cadangan jika perundingan damai dengan Iran gagal atau Teheran menolak untuk membuka kembali Selat Hormuz. Dia menegaskan bahwa tidak ada "Rencana B".

"Anda tidak membutuhkan rencana cadangan. Militer mereka telah dikalahkan. Kita telah mengintegrasikan semuanya. Mereka memiliki sangat sedikit rudal. Mereka memiliki sangat sedikit kemampuan manufaktur. Kita telah menyerang mereka dengan sangat keras. Militer kita luar biasa; pekerjaan yang telah mereka lakukan," kata Trump.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Lesti Kejora Dukung...
Lesti Kejora Dukung Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Perselingkuhan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Jokowi Janji Bawa Ijazah Asli ke Persidangan
Protes Penangkapan Roy...
Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Khozinudin Bandingkan Silfester Matutina yang Tak Kunjung Dieksekusi
Berita Terkini
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved