Trump: AS Sedang Negosiasi Mendalam dengan Iran, tapi Tak Ada Bedanya Capai Kesepakatan atau Tidak

Minggu, 12 April 2026 - 06:13 WIB
loading...
A A A
"Angkatan Laut mereka telah hancur. 158 kapal. Mereka memiliki 28 kapal penebar ranjau—mereka menyebutnya kapal penebar ranjau. Semuanya tenggelam. Mereka mungkin memiliki beberapa ranjau di air. Kita memiliki kapal penyapu ranjau di sana. Kita sedang menyapu Selat (Hormuz)," papar Trump.

Mengenai laporan bahwa Beijing sedang bersiap untuk mengirimkan senjata ke Iran, Trump memperingatkan bahwa jika hal itu dilakukan, "China akan menghadapi masalah besar."

Sementara itu, AS mengeklaim dua kapal perangnya telah melewati Selat Hormuz untuk pertama kalinya sejak perang Amerika-Israel melawan Iran dimulai 28 Februari. Namun, Teheran menyangkal klaim Washington tersebut.

Komando Pusat (CENTCOM) Amerika mengeklaim dua kapal perang telah memulai operasi pembersihan ranjau yang dipasang Iran. "Hari ini, kami memulai proses untuk membangun jalur baru dan kami akan segera membagikan jalur aman ini dengan industri maritim untuk mendorong arus perdagangan yang bebas," kata komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper, seperti dikutip AFP, Minggu (12/4/2026).

Menurut militer Amerika, dua kapal perang yang terlibat operasi pembersihan ranjau adalah USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy—keduanya merupakan kapal perusak berpeluru kendali. CENTCOM mengatakan bahwa pasukan AS tambahan, termasuk drone bawah air, dapat bergabung dalam upaya tersebut dalam beberapa hari mendatang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
Berita Terkini
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved