Profil Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk

Selasa, 07 April 2026 - 08:44 WIB
loading...
Profil Pete Hegseth,...
Menteri Perang Amerika Serikat Peter Brian Hegseth atau dikenal sebagai Pete Hegseth. Foto/Eric Lee/The New York Times
A A A
JAKARTA - Pete Hegseth menjadi salah satu tokoh Amerika Serikat (AS) yang jadi sorotan dunia internasional terkait perang AS-Israel melawan Iran. Sebagai Menteri Perang atau Menteri Pertahanan, Hegseth menjadi salah satu arsitek perang yang kini meluas di Timur Tengah tersebut.

Nama Pete Hegseth melesat ke pusat kekuasaan global ketika dia ditunjuk oleh Presiden Donald Trump sebagai Menteri Pertahanan Amerika Serikat pada 2025. Tak lama kemudian, Trump mengubah nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang, yang praktis mengubah nama jabatan Hegseth.

Baca Juga: Heboh, Menhan AS Pete Hegseth Pamer Tato Bertuliskan Kafir

Profil Pete Hegseth

•Nama: Peter Brian Hegseth (Pete Hegseth)
•Lahir: 6 Juni 1980 di Amerika Serikat
•Karier:
–Perwira US Army National Guard (pernah bertugas di Perang Irak dan Perang Afghanistan)
–Aktivis veteran (memimpin organisasi seperti Concerned Veterans for America)
–Pembawa acara di Fox News
•Jabatan: Menteri Perang AS (2025-sekarang)

Kenaikan kariernya terbilang tidak konvensional—dari veteran Garda Nasional, aktivis, hingga komentator di Fox News—langsung dibayangi oleh serangkaian laporan serius yang mempertanyakan karakter dan integritasnya.

Sejak proses konfirmasi menjadi Menteri Perang di Senat, Hegseth tidak hanya dinilai dari kapasitasnya sebagai mantan prajurit, tetapi juga dari tuduhan-tuduhan yang beredar luas di media: mulai dari dugaan rasisme, radikalisme ideologis, hingga kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Kombinasi ini menjadikannya salah satu figur paling kontroversial yang pernah memimpin Pentagon dalam beberapa dekade terakhir.

Dikenal Mengumbar Rasisme

Salah satu isu paling sensitif dalam profil Hegseth, seperti dilaporkan media-media AS, adalah mengumbar rasisme. Sejumlah laporan media Amerika menyebut adanya pernyataan dan sikap yang dinilai merendahkan kelompok tertentu, serta penolakannya terhadap kebijakan diversity, equity, and inclusion (DEI) di militer. Kritik kerasnya terhadap program keberagaman dianggap oleh sebagian pihak sebagai bentuk perlawanan terhadap inklusivitas dalam tubuh angkatan bersenjata Amerika.

Dalam beberapa laporan, seperti The Washington Post, muncul kesaksian dari mantan kolega yang menggambarkan pandangan Hegseth sebagai eksklusif dan berpotensi diskriminatif. Bahkan, terdapat klaim kontroversial dari whistleblower terkait pernyataan ekstrem, meski klaim tersebut tidak pernah diuji di pengadilan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Ikut Audisi Miss Indonesia...
Ikut Audisi Miss Indonesia 2026, Mutia Ingin Lawan Insecure
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
Berita Terkini
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved