Profil Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk

Selasa, 07 April 2026 - 08:44 WIB
loading...
A A A
Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak ada putusan hukum yang menyatakan Hegseth bersalah dalam isu rasisme. Pihak pendukungnya menegaskan bahwa yang dia tolak bukanlah kelompok tertentu, melainkan apa yang dia anggap sebagai politisasi identitas dalam militer. Di sinilah perdebatan menjadi tajam: apakah dia sekadar kritikus kebijakan, atau benar-benar membawa bias ideologis yang berbahaya?

Dianggap Radikal, dari Isu Agama, Ideologi, dan Militer

Kontroversi berikutnya menyangkut pandangan ideologis Hegseth yang dianggap terlalu ekstrem untuk posisi strategis seperti Menteri Pertahanan atau Menteri Perang. Dalam berbagai pernyataan publik dan aktivitasnya, dia diketahui membawa perspektif religius yang kuat ke dalam wacana militer, termasuk gagasan bahwa perang tertentu memiliki justifikasi moral berbasis agama.

Baru-baru ini, dia menyatakan bahwa perang melawan Iran di Timur Tengah adalah perang untuk Yesus. Ini merupakan narasi yang menyeret agama ke dalam konflik. Pemimpin Vatikan Paus Leo XIV menolak penyataan Hegseth tersebut, dan menegaskan bahwa "Tuhan menolak doa orang yang berperang."

Sejumlah laporan, termasuk yang dirangkum dalam profil dan investigasi media, mencatat bahwa Hegseth pernah mendorong pendekatan yang mengaitkan nilai-nilai Kristen dengan kebijakan militer. Praktik seperti kegiatan keagamaan di lingkungan Pentagon memicu kekhawatiran tentang netralitas institusi militer yang seharusnya melayani masyarakat yang sangat beragam.

Kritikus melihat ini sebagai bentuk radikalisme ideologis yang dapat mengaburkan batas antara negara dan agama. Sementara itu, pendukungnya berargumen bahwa nilai moral justru penting dalam membentuk etika perang dan kepemimpinan militer. Sekali lagi, garis antara keyakinan pribadi dan kebijakan publik menjadi perdebatan yang belum menemukan titik temu.

Dicap sebagai Pemabuk

Selain isu ideologi, tuduhan terkait konsumsi alkohol menjadi salah satu aspek paling merusak citra Hegseth. Dalam proses konfirmasi Senat, sejumlah laporan mengungkap adanya dugaan kebiasaan minum alkohol berlebihan, termasuk kesaksian dari individu yang pernah bekerja atau berinteraksi dengannya.

Media AS seperti The New Yorker dan The Washington Post melaporkan adanya cerita tentang perilaku mabuk Hegseth dalam berbagai kesempatan, bahkan disebut sebagai pola yang berulang. Isu ini tidak berhenti di masa lalu—pada 2026, rumor serupa masih beredar di lingkungan Pentagon, meski telah dibantah oleh Pentagon secara resmi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Bawa Pikap Ayahnya,...
Bawa Pikap Ayahnya, Bocah 11 Tahun Tabrak Iringan Peziarah dan Tewaskan 8 Orang
Terungkap, AS Sempat...
Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Rekomendasi
Kanada vs Maroko: Mampukah...
Kanada vs Maroko: Mampukah The Canucks Akhiri Kutukan?
Pertamina Buka Rekrutmen...
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Pendaftaran Hingga 5 Juli 2026
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 Digelar di Kudus, 16 Tim Putri Berebut Gelar Musim Perdana
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved