Iran Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 atau F-15? Penangkap Pilot AS Akan Diberi Bonus
Sabtu, 04 April 2026 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
F-15E dan F-35 dalam Garis Tembak Iran?
F-15E Strike Eagle adalah pesawat tempur serang bermesin ganda, berkapasitas dua tempat duduk, dan Skuadron Tempur ke-494 (494th FS) adalah salah satu operator utamanya. Pada 17 Januari 2026, sekitar 12 unit F-15E Strike Eagle dari RAF Lakenheath tiba di Timur Tengah. Bahkan, USAF menerbitkan foto sebuah pesawat tempur Strike Eagle dari Skuadron Tempur ke-494 yang mendarat di fasilitas Timur Tengah yang tidak disebutkan namanya pada 18 Januari.
F-15E Strike Eagle dirancang untuk misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat dan dioperasikan oleh dua awak: seorang pilot dan seorang petugas sistem senjata. Meskipun varian F-15 awal terutama dirancang untuk peran udara-ke-udara, varian F-15E dirancang sebagai pesawat tempur peran ganda yang dimaksudkan untuk melakukan serangan jarak jauh dan operasi serangan darat.
Selama beberapa dekade, F-15E Strike Eagle telah menjadi tulang punggung operasi Angkatan Udara AS, memainkan peran penting dalam misi penjaminan dan pencegahan. Sejarah tempurnya yang luas mencakup partisipasi dalam Operasi Desert Storm, Enduring Freedom, dan Inherent Resolve.
F-15 memiliki reputasi sebagai satu-satunya pesawat di dunia yang memiliki lebih dari 100 kemenangan udara. Namun, pesawat ini juga memiliki sedikit catatan kerugian tempur, terutama akibat ancaman berbasis darat seperti artileri dan sistem pertahanan udara.
Sementara itu, F-35 Lightning II adalah keluarga pesawat tempur multiperan siluman generasi kelima, satu tempat duduk, dan bermesin tunggal. Pesawat ini berfungsi sebagai tulang punggung kekuatan udara AS untuk Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Korps Marinir dan telah dirancang untuk superioritas udara, serangan darat, peperangan elektronik, dan misi ISR (Intelijen, Pengawasan, dan Pengintaian).
AS dilaporkan telah mengerahkan puluhan pesawat tempur F-35 Lightning II ke Timur Tengah untuk Operasi Epic Fury. Menurut laporan, sekitar 12 F-35A dari Garda Nasional Udara Vermont, sedangkan sekitar 18 dari Sayap Tempur ke-48 di RAF Lakenheath, Inggris, dikerahkan.
Menurut laporan sebelumnya, sekitar 30 unit F-35A beroperasi dari pangkalan darat ketika operasi diluncurkan, dengan lebih banyak lagi yang tiba pada bulan Maret. Selain itu, kapal serbu amfibi USS Tripoli dan kapal induk USS Abraham Lincoln juga menampung pesawat tempur siluman.
Penggunaan tempur pertama F-35 terjadi pada tahun 2018 ketika F-35I Israel melakukan serangan terhadap target yang terkait dengan Iran di Suriah. Jet-jet tersebut kemudian dikerahkan oleh Israel selama "Perang 12 Hari" dengan Iran pada Juni 2025.
Secara terpisah, USAF mengerahkan F-35 sebagai pengawal untuk pesawat pengebom B-2 yang menyerang fasilitas nuklir Iran sebagai bagian dari Operasi Midnight Hammer pada Juni 2025.
(mas)
Lihat Juga :