PNS Malaysia akan Bekerja dari Rumah untuk Pangkas Biaya Energi, Harga Minyak Naik Usai Pidato Trump

Kamis, 02 April 2026 - 19:30 WIB
loading...
PNS Malaysia akan Bekerja...
Pompa BBM di Malaysia. Foto/nst
A A A
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim menyatakan arahan baru untuk bekerja dari rumah bagi para pegawai negeri sipil (PNS) Malaysia di seluruh kementerian pemerintah, lembaga, dan perusahaan terkait pemerintah akan berlaku mulai 15 April. Keputusan itu muncul seiring perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel yang mengganggu jalur pengiriman minyak.

“Tujuannya adalah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan memastikan keberlanjutan pasokan energi,” kata PM dalam pernyataan tadi malam.

Rincian lebih lanjut tentang kebijakan tersebut akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang, menurut Anwar.

Dia menambahkan perusahaan minyak negara Petronas dan lainnya saat ini sedang berupaya mengamankan pasokan bahan bakar dan listrik.

Malaysia juga menghabiskan hampir USD1 miliar subsidi bulanan dalam upaya menjaga harga bahan bakar tetap rendah.

Sementara itu, harga minyak melonjak lebih dari empat dolar setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan melanjutkan serangannya terhadap Iran, termasuk target energi dan minyak, dalam beberapa minggu mendatang, tanpa menetapkan jangka waktu yang jelas untuk mengakhiri perang.

Harga minyak mentah Brent naik USD4,88, atau 4,8 persen, menjadi USD106,04 per barel pada pukul 2 pagi GMT.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
Harga Rumah Naik, Warga...
Harga Rumah Naik, Warga Miskin Terpaksa Tinggal di Tempat Kumuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved