Media Militer China Ungkap Jepang Bisa Bikin 5.500 Bom Nuklir, Ungguli Rusia dan AS

Kamis, 02 April 2026 - 09:33 WIB
loading...
A A A
Perusahaan-perusahaan ini, menurut laporan tersebut, berperan dalam agresi Jepang selama Perang Dunia II dan sekarang merintis persenjataan kembali negara dan berpotensi menghidupkan kembali militerisme.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa MHI telah memperoleh teknologi kunci untuk pesawat tempur siluman dan sistem pertahanan rudal balistik melalui kerja samanya dengan Amerika Serikat dalam memproduksi jet tempur F-35A dan rudal SM-3 Block IIA. Jepang juga telah mengamankan kontrak-kontrak besar dari luar negeri, termasuk kesepakatan senilai USD6,8 miliar untuk membangun kapal perang bagi Australia dan pengiriman sistem rudal Patriot ke AS.

Laporan tersebut memperingatkan bahwa dorongan Jepang menuju remiliterisasi menyerupai kebangkitan militerisme sebelum Perang Dunia II, dan akan semakin mengikat pengeluaran pertahanan dengan kepentingan industri tertentu dan konglomerat bergaya zaibatsu, menciptakan lingkaran umpan balik yang saling memperkuat dan mempercepat antara kebijakan dan kepentingan ekonomi yang mapan.

“Ketika roda industri pertahanan mulai berputar kembali untuk kebangkitan militerisme, mesin perang Jepang mungkin akan dinyalakan kembali,” imbuh laporan PLA Daily.

Meskipun laporan tersebut mengkhawatirkan, Jepang, dalam beberapa tahun terakhir, telah menghapus sejumlah pembatasan yang diberlakukan sendiri pada kompleks industri militernya.

Misalnya, pada tahun 2014, Jepang menafsirkan kembali konstitusinya untuk memungkinkan Tokyo menggunakan hak untuk membela diri secara kolektif dalam situasi tertentu, khususnya ketika serangan bersenjata terhadap sekutu dekat mengancam kelangsungan hidup Jepang sendiri.

Tahun lalu, Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan bahwa serangan bersenjata terhadap Taiwan oleh China dapat merupakan "ancaman eksistensial" bagi Jepang, sehingga membuka kemungkinan respons militer Jepang dalam skenario tersebut.

Demikian pula, Jepang telah melonggarkan pembatasan yang diberlakukan sendiri terhadap ekspor senjata mematikan ke negara asing.

Sekali lagi, pada tahun 2022, di bawah Strategi Pertahanan Nasional, Jepang melonggarkan pembatasan yang diberlakukan sendiri terhadap perolehan kemampuan serangan jarak jauh, membuka jalan bagi pengembangan rudal jarak jauh.

Pada Januari tahun ini, Beijing merilis laporan setebal 30 halaman yang mencakup seruan kepada komunitas internasional untuk "mengambil langkah-langkah konkret dan tegas" terhadap ambisi nuklir Jepang.

Lebih lanjut, pada Desember tahun lalu, Jepang mengesahkan anggaran pertahanan sebesar USD58 miliar, dengan rencana untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan menjadi lebih dari 2% dari PDB dalam beberapa tahun mendatang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
AS Mengganas, Hantam...
AS Mengganas, Hantam Iran Bertubi-tubi Bidik Bunker Senjata
Iran Bombardir Kompleks...
Iran Bombardir Kompleks Pasukan AS di Yordania, Klaim Tewaskan Banyak Personel
Rekomendasi
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
9 Kementerian dan Lembaga...
9 Kementerian dan Lembaga yang Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Jadi CPNS
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Imigrasi Pastikan Pencekalan Febrie Adriansyah Tetap Berlaku
Berita Terkini
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved