AS Ingin Invasi Pulau Kharg di Iran, Ini 5 Risikonya

Kamis, 02 April 2026 - 03:30 WIB
loading...
AS Ingin Invasi Pulau...
AS ingin invasi Pulau Kharg di Iran, Foto/X/CENTCOM
A A A
TEHERAN - Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan pasukan darat untuk merebut infrastruktur minyak penting di Pulau Kharg, Iran , sebuah manuver militer yang menurut para ahli akan membahayakan nyawa warga Amerika dan masih bisa gagal mengakhiri perang.

Jika Trump ingin melumpuhkan industri minyak Iran untuk mendapatkan pengaruh dalam negosiasi, pilihan yang lebih baik mungkin adalah mendirikan blokade di laut terhadap kapal-kapal yang telah mengisi bahan bakar di terminal minyak Pulau Kharg, kata para ahli.

Pulau tersebut — yang terletak di seberang Teluk Persia dari pangkalan AS di Kuwait dan Arab Saudi — adalah jantung industri minyak Iran, tempat 90% ekspornya melewati. Pulau ini penting karena garis pantai Iran sebagian besar terlalu dangkal untuk kapal tanker berlabuh.

AS Ingin Invasi Pulau Kharg di Iran, Ini 5 Risikonya

1. Membahayakan Pasukan AS

"Mengerahkan pasukan di lapangan mungkin merupakan cara yang paling efektif secara psikologis untuk menyerang Iran," kata Michael Eisenstadt, mantan analis militer AS yang sekarang memimpin Program Studi Militer dan Keamanan di Washington Institute for Near East Policy, dilansir PBS.

"Di sisi lain, Anda membahayakan pasukan Anda sendiri," kata Eisenstadt, seorang pensiunan perwira cadangan Angkatan Darat yang bertugas di Irak. "Pulau itu tidak jauh dari daratan utama. Jadi mereka berpotensi menimbulkan banyak kerusakan di pulau itu, jika mereka bersedia menimbulkan kerusakan pada infrastruktur mereka sendiri."


2. Meningkatkan Konflik

Merebut Pulau Kharg dapat meningkatkan konflik, kata Danny Citrinowicz, seorang ahli Iran di Institut Studi Keamanan Nasional Israel.

Ia mengatakan Iran dan proksinya — termasuk pemberontak Houthi Yaman — dapat mengintensifkan pembalasan mereka, termasuk dengan memasang ranjau di Selat Hormuz atau menyerang target dengan drone di seluruh Semenanjung Arab, dari Teluk Persia hingga Laut Merah.

Para peneliti komoditas dan bank investasi memperingatkan bahwa pembalasan besar dapat memiliki implikasi jangka panjang terhadap harga energi dan ekonomi global.

"Akan sulit untuk direbut. Akan sulit untuk dipertahankan," kata Citrinowicz tentang Pulau Kharg. "Dan itu mungkin akan merusak ekonomi, tetapi tidak dengan cara yang akan memaksa Iran untuk menyerah."

Trump berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk mengakhiri konflik selama sebulan dengan Iran, yang telah menyerang pangkalan dan sekutu AS di wilayah tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Menteri Singapura Mendadak...
Menteri Singapura Mendadak Mundur usai Kontroversi Pesan Pribadi dengan Seorang Perempuan
Rekomendasi
Dosen UGM Kena Doxing...
Dosen UGM Kena Doxing usai Komentari Mutasi ASN Kementerian PU, Dody Hanggodo Bersumpah Tak Tahu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Argentina Terancam Sanksi...
Argentina Terancam Sanksi FIFA, Hukuman Berat Menanti usai Ricuh di Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved