4 Poin Menakutkan Jika AS Nekat Invasi Darat Iran, Salah Satunya Harga Minyak Melejit

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:58 WIB
loading...
4 Poin Menakutkan Jika...
Ada empat poin menakutkan jika AS nekat lakukan invasi darat ke Iran. Salah satunya harga minyak dunia akan melejit. Foto/The CSR Journal
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) telah mulai mengerahkan ribuan pasukan dan aset Angkatan Laut ke wilayah Asia Barat atau Timur Tengah-diperkirakan lebih dari 57.000 tentara berada di wilayah tersebut atau sedang dalam perjalanan. Ini terjadi di tengah spekulasi yang berkembang bahwa Presiden Donald Trump akan memerintahkan invasi darat ke Iran.

Dua Unit Ekspedisi Marinir; Divisi Lintas Udara ke-82 serta USS Boxer dan Tripoli ARG (Amphibious Ready Group), yang dianggap sebagai salah satu pasukan respons global AS yang paling mematikan, akan menambah jumlah sekitar 40.000 pasukan yang sudah ditempatkan di pangkalan Angkatan Laut dan Pangkalan Udara di Teluk.

Baca Juga: Pasukan Khusus AS Sudah Mendarat di Timur Tengah, Bakal Invasi Darat ke Iran?

Laporan terbaru dari The New York Times pada hari Senin menyebutkan ratusan pasukan khusus dari Army Ranger dan Navy SEAL sudah tiba di Timur Tengah.

ABC News mengutip dua pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa kelompok serang kapal induk USS George HW Bush telah meninggalkan Norfolk awal pekan ini menuju Asia Barat. Jika itu benar, AS akan memiliki kehadiran Angkatan Laut yang tangguh di wilayah tersebut dengan dua kapal induk—USS Abraham Lincoln dan George HW Bush yang akan datang—dan juga dua "kapal induk kilat"; USS Boxer dan USS Tripoli, masing-masing mampu membawa hingga 20 pesawat tempur siluman F-35B dan helikopter serang MV-22 Osprey.

Semua ini menunjukkan bahwa Washington sedang mempersiapkan pengerahan pasukan darat jika, seperti yang tampaknya mungkin terjadi, Teheran menolak tawaran "perdamaian" Trump dan menolak untuk "menyerahkan" sekitar 400 kg uranium yang diperkaya. Jika AS nekat meluncurkan invasi darat ke Iran, setidaknya ada empat poin menakutkan yang bisa terjadi.

4 Poin Menakutkan Jika AS Invasi Darat Iran

1. Pasukan AS Bertempur di Berbagai Front

Perang darat kemungkinan akan berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Konflik di darat akan secara signifikan memperluas medan pertempuran, menciptakan teater konflik yang tumpang tindih yang akan memaksa Washington untuk menyebar pasukan yang dikerahkan atau mengerahkan lebih banyak pasukan darat.

Pasukan AS kemungkinan akan dipaksa untuk bertempur di berbagai front—proksi Iran; Houthi di Yaman, Hizbullah di Lebanon, dan Hamas di Gaza, serta milisi Syiah yang lebih kecil di Irak dan Bahrain.

Serangan Israel yang terkoordinasi terhadap Hizbullah—yang oleh para pakar dianggap sebagai salah satu aktor non-negara yang paling bersenjata di dunia—mungkin telah melemahkan kelompok tersebut, tetapi tetap merupakan kekuatan tempur.

Para analis telah memperingatkan AS untuk tidak mengharapkan serangan darat yang mudah—baik untuk merebut cadangan minyak Pulau Kharg atau sekitar 400 kg uranium yang diperkaya, atau mengamankan Selat Hormuz.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved