Iran Bombardir Pangkalan Arab Saudi, 12 Tentara AS Terluka dan Pesawat Rusak

Sabtu, 28 Maret 2026 - 08:50 WIB
loading...
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran bombardir Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi dengan rudal dan drone. Sebanyak 12 tentara AS terluka dan sebuah pesawat pengisian bahan bakar rusak. Foto/NewsX
A A A
RIYADH - Iran telah membombardir Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi dengan rudal dan drone pada Jumat malam waktu setempat. Setidaknya 12 tentara Amerika Serikat (AS) terluka dan pesawat pengisian bahan bakar militer Amerika rusak.

Dampak serangan itu diungkap The Wall Street Journal, Sabtu (28/3/2026), mengutip pejabat AS dan Arab Saudi yang mengetahui detailnya.

Menurut laporan tersebut, dua tentara yang terluka berada dalam kondisi sangat serius. Para pejabat mengatakan personel yang terluka berada di dalam sebuah bangunan yang terkena serangan, termasuk setidaknya oleh satu rudal balistik dan beberapa drone.

Baca Juga: AS Tembakkan 850 Rudal Tomahawk dalam 4 Minggu Perang Melawan Iran, Amerika Terancam Krisis Misil

Serangan ini tersebut menandai setidaknya kedua kalinya Pangkalan Udara Prince Sultan dihantam rudal dan drone Iran sejak perang dimulai 28 Februari.

Dalam serangan sebelumnya di awal perang, lima pesawat pengisian bahan bakar rusak. The Wall Street Journal juga melaporkan insiden itu, yang mendorong Presiden AS Donald Trump mengkritik media tersebut, dengan mengatakan: “Mereka ingin kita kalah perang.”

Sementara itu, CBS News yang mengutip beberapa sumber, melaporkan bahwa bahwa kapal induk USS George HW Bush akan bergabung dengan wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi perang melawan Iran. Sumber-sumber tersebut mengatakan kapal induk itu dapat bergabung dalam operasi tempur setelah menyelesaikan latihan awal bulan ini dan sekarang tersedia untuk misi operasional.

AS telah mengerahkan dua kapal induk untuk berpartisipasi dalam perang melawan Iran, yakni USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford. Namun, USS Gerald R. Ford ditarik ke pangkalan Kreta setelah didera berbagai masalah, termasuk kebakaran.

Awal Maret lalu, laporan militer AS mengatakan USS George H.W. Bush, bersama dengan kelompok serang yang terdiri dari tiga kapal kapal perusak berpeluru kendali akan dikerahkan ke Timur Tengah, meskipun hal itu belum terjadi.

Analis militer Ron Ben-Yishai mencatat pada saat itu bahwa salah satu tujuan pengiriman kapal induk ketiga ke wilayah tersebut, selain mempertahankan kampanye militer yang berkepanjangan tanpa membebani pasukan secara berlebihan, adalah untuk mencegah pemberontak Houthi Yaman, yang telah mengancam untuk bergabung dalam perang—sebuah kemungkinan yang juga diangkat oleh Iran.

Masih belum jelas di mana tepatnya USS George H.W. Bush akan dikerahkan. CENTCOM perlu memutuskan apakah akan tetap berada di Mediterania timur untuk menyerang target di Iran barat atau melintasi Terusan Suez ke Laut Merah.

Mengirimkan kapal induk tersebut, kata Ben-Yishai, akan memungkinkan dua kapal induk lainnya untuk mengurangi tempo operasional mereka dan mengisi kembali persediaan, secara efektif memaksa AS untuk meningkatkan daya tahan pasukan.

Amerika Serikat memiliki 11 kapal induk. Jika sepertiga dikerahkan ke wilayah tersebut, lebih dari seperempatnya akan terlibat dalam perang melawan Iran: dua kapal induk kelas Nimitz yang lebih tua—Bush dan Lincoln—dan kapal induk kelas Ford yang lebih baru; USS Gerald R. Ford.

Pengiriman USS George H.W. Bush ke Timur Tengah, jika dilakukan, akan menandai langkah lain oleh Presiden Donald Trump untuk memperkuat pasukan AS di wilayah tersebut, di tengah kontak tidak langsung dengan Iran melalui mediasi Pakistan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Film Tanah Runtuh Karya...
Film Tanah Runtuh Karya Denny Siregar Soroti Konflik Poso dan Ikatan Keluarga
Richard Lee Buka Suara...
Richard Lee Buka Suara usai Jadi Tersangka, Siap Bongkar Fakta di Persidangan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Refly Harun: Kami Berharap Penahanan Ini Ditangguhkan!
Berita Terkini
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved