Iran Ejek Tentara AS Kabur dari Pangkalan Militer dan Sembunyi di Hotel: Macan Kertas
Jum'at, 27 Maret 2026 - 06:16 WIB
loading...
A
A
A
Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, mengatakan, “Amerika terpaksa untuk pertama kalinya meninggalkan pangkalan mereka dan menginap di hotel.”
Ia menambahkan pasukan AS sekarang beroperasi di bawah tekanan yang berkelanjutan, “Perlawanan mengejar Amerika di kawasan tersebut untuk membalas dendam terhadap mereka.”
Dalam karakterisasi langsung kekuatan militer AS, Shekarchi menyatakan, “Tentara AS hanyalah macan kertas.”
Ia lebih lanjut berpendapat kehadiran militer Amerika di Asia Barat telah didirikan “dengan dalih melindungi” negara-negara regional, sementara dalam praktiknya melayani tujuan strategis yang lebih luas yang terkait dengan Israel.
Para pejabat Iran juga merinci skala operasi militer yang sedang berlangsung yang menargetkan aset AS di kawasan tersebut.
Al Mayadeen mengutip pernyataan Shekarchi yang mengatakan, “Sejauh ini operasi tersebut telah mengakibatkan hancurnya 17 pangkalan Amerika di wilayah tersebut.”
Ia menambahkan pasukan AS terpaksa beradaptasi di bawah tekanan, termasuk mengubah metode operasional, dan menyatakan Amerika terpaksa beroperasi dari jarak jauh.
Ia menambahkan pasukan AS sekarang beroperasi di bawah tekanan yang berkelanjutan, “Perlawanan mengejar Amerika di kawasan tersebut untuk membalas dendam terhadap mereka.”
Dalam karakterisasi langsung kekuatan militer AS, Shekarchi menyatakan, “Tentara AS hanyalah macan kertas.”
Ia lebih lanjut berpendapat kehadiran militer Amerika di Asia Barat telah didirikan “dengan dalih melindungi” negara-negara regional, sementara dalam praktiknya melayani tujuan strategis yang lebih luas yang terkait dengan Israel.
Serangan dan Kerusakan
Para pejabat Iran juga merinci skala operasi militer yang sedang berlangsung yang menargetkan aset AS di kawasan tersebut.
Al Mayadeen mengutip pernyataan Shekarchi yang mengatakan, “Sejauh ini operasi tersebut telah mengakibatkan hancurnya 17 pangkalan Amerika di wilayah tersebut.”
Ia menambahkan pasukan AS terpaksa beradaptasi di bawah tekanan, termasuk mengubah metode operasional, dan menyatakan Amerika terpaksa beroperasi dari jarak jauh.
Lihat Juga :