Jepang Peringatkan Operasi Pengaruh Asing Terkait China

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:41 WIB
loading...
Jepang Peringatkan Operasi...
Pemerintah Jepang memperingatkan meningkatnya operasi pengaruh asing terkait China yang menargetkan kepemimpinan politik serta proses demokrasi di negara tersebut. Foto/Nepal Aaja
A A A
JAKARTA - Pemerintah Jepang memperingatkan meningkatnya operasi pengaruh asing setelah serangkaian laporan mengungkap dugaan kampanye terkoordinasi terkait China yang menargetkan kepemimpinan politik serta proses demokrasi di negara tersebut.

Temuan tersebut, yang berasal dari sejumlah laporan perusahaan teknologi dan lembaga riset internasional, mendorong pejabat senior Jepang menyerukan langkah penanggulangan segera.

Baca Juga: Pembersihan Militer China ala Xi Jinping Picu Ketidakpastian di Indo-Pasifik

Dikutip dari Nepal Aaja, Rabu (25/3/2026), Pemerintah Jepang menilai aktivitas tersebut sebagai ancaman langsung terhadap sistem demokrasi, termasuk pemilu dan kebebasan pers.

Sorotan utama datang dari laporan yang dirilis pada Februari oleh OpenAI, yang mengungkap pemblokiran akun ChatGPT yang dikaitkan dengan aktor penegak hukum China.

Akun tersebut disebut mencoba menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk merancang operasi pengaruh terhadap tokoh politik Jepang.

Menurut laporan itu, rencana tersebut mencakup upaya untuk merusak reputasi Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menyebut operasi pengaruh asing sebagai “ancaman terhadap keamanan nasional”.

Dia memperingatkan bahwa kampanye semacam itu dapat merusak prinsip-prinsip demokrasi, termasuk pemilu yang bebas dan kebebasan media.

Rencana Kampanye Berbasis AI


Laporan OpenAI menyebut pengguna yang terhubung dengan China berupaya merancang kampanye informasi bertahap menggunakan sistem AI.

Permintaan tersebut muncul pada pertengahan Oktober 2025, tak lama setelah Takaichi mengkritik kebijakan China terhadap kelompok minoritas di Mongolia Dalam.

Dalam sebuah forum publik, Takaichi mengecam pembatasan terhadap komunitas etnis Mongolia, termasuk kebijakan pendidikan yang menekankan penggunaan bahasa Mandarin.

Menurut laporan tersebut, pengguna meminta AI untuk menyusun strategi guna mendiskreditkan Takaichi pada momen politik penting, ketika dia diperkirakan menjadi kandidat kuat memimpin Partai Demokrat Liberal Jepang.

Strategi yang diusulkan mencakup penyebaran komentar negatif secara daring, kritik terhadap kebijakan imigrasi, serta penyamaran sebagai warga asing yang mengirim keluhan kepada anggota parlemen Jepang.

Rencana tersebut juga menyarankan penggunaan akun palsu untuk menyalahkan Takaichi atas kenaikan biaya hidup serta memicu kemarahan publik terkait tarif Amerika Serikat terhadap sektor pertanian Jepang.

OpenAI menyatakan telah menolak permintaan itu dan kemudian mengidentifikasi upaya lanjutan dari pengguna yang sama untuk menyempurnakan laporan kemajuan operasi tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved