Rudal Iran Amuk Kota Nuklir Dimona Israel, Apakah Teheran Gunakan 'Doktrin Madman' AS-Zionis?

Selasa, 24 Maret 2026 - 08:27 WIB
loading...
A A A
Di bawah Presiden Donald Trump, sikap itu tidak muncul untuk pertama kalinya tetapi muncul kembali dalam bentuk yang lebih terbuka dan performatif, di mana ketidakpastian dibingkai bukan sebagai risiko, tetapi sebagai pengaruh, dan kadang-kadang sengaja diperkuat.

Namun Iran tampaknya telah menginternalisasi logika ini dan menerapkannya ke luar. Serangan itu Serangan di Dimona bukan hanya pembalasan. Ini adalah replikasi. Teheran menerapkan doktrin yang sama kembali kepada penciptanya, mengubah pencegahan menjadi kerangka kerja bersama yang tidak stabil.

Menyerang Natanz, berarti Dimona tidak lagi tak tersentuh. Perluas medan perang, dan medan perang akan semakin meluas. Apa yang dulunya merupakan doktrin dominasi sepihak menjadi mekanisme eskalasi dua sisi.

Dinamika ini telah membuat Washington gelisah. Media AS, mengutip penilaian intelijen, melaporkan pada pertengahan Maret bahwa pemerintahan Trump telah diperingatkan tentang pembalasan Iran, namun skala dan koordinasi respons tersebut melebihi ekspektasi.

Pada 21 Maret, bahkan ketika operasi militer berlanjut, Trump mengindikasikan bahwa Washington sedang mempertimbangkan opsi untuk "mengakhiri perang", bahkan ketika pasukan tambahan dikerahkan. Mundur akan menandakan kekalahan geopolitik; eskalasi berisiko menimbulkan kekalahan yang lebih dalam.

Israel menghadapi realitas yang berbeda tetapi sama berbahayanya. Bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, eskalasi sering berfungsi sebagai strategi, memperpanjang konflik dan menunda krisis internal. Namun, adopsi logika eskalasi yang sama oleh Iran mempersulit pendekatan tersebut.

Ketika kedua belah pihak menganut eskalasi sebagai prinsip, daya pencegahan mulai terkikis.

Namun, Iran tampaknya beroperasi dengan cakupan yang lebih luas. Kemampuannya meluas melampaui pertukaran rudal hingga mencakup pengaruh atas titik-titik strategis maritim, aliansi regional, dan aktor yang mampu memberikan tekanan di berbagai front.

Di antaranya adalah Selat Bab al-Mandeb, di mana kelompok Ansarallah atau Houthi di Yaman mempertahankan kemampuan untuk mengganggu pelayaran global. Ini menambah lapisan lain pada konflik yang sudah meluas melampaui medan perang konvensional.

Beberapa kemampuan Iran terlihat. Yang lain sengaja dibiarkan tidak terdefinisi. Ini memungkinkan Teheran untuk meningkatkan eskalasi sambil mempertahankan kedalaman strategis, mempertahankan tekanan tanpa menghabiskan pilihannya. Ironisnya, doktrin yang sekarang membentuk perang adalah doktrin yang dinormalisasi oleh Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Perjuangan Iran di Piala...
Perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 Sentuh Hati Infantino
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Israel Ungkap 2 Skenario...
Israel Ungkap 2 Skenario Perang AS-Iran Pecah Lagi
Rekomendasi
Gugatan PMH Legalisir...
Gugatan PMH Legalisir Ijazah Jokowi Masuk Tahap Mediasi
Perjuangan Iran di Piala...
Perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 Sentuh Hati Infantino
Riri Riza Soroti Vonis...
Riri Riza Soroti Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Singgung Dissenting Opinion Hakim
Berita Terkini
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved