Tak Ingin Tertipu Zionis, NATO Pertanyakan Klaim Israel bahwa Iran Memiliki Rudal Balistik Antarbenua
Senin, 23 Maret 2026 - 17:02 WIB
loading...
A
A
A
Kedua rudal yang diduga tersebut tidak mengenai pangkalan tersebut, yang menampung sekitar 2.500 personel, sebagian besar warga Amerika. Washington menggambarkan instalasi tersebut sebagai "platform yang hampir tak tergantikan" untuk operasi di seluruh Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika Timur.
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengutuk insiden tersebut sebagai "ancaman Iran yang sembrono," sambil menegaskan bahwa Inggris tidak akan ikut serta dalam operasi ofensif dan akan membatasi perannya pada dukungan defensif.
Iran telah melakukan serangan balasan terhadap beberapa pangkalan AS di Timur Tengah dan meluncurkan drone ke arah pangkalan udara Akrotiri Inggris di Siprus selatan, yang dilaporkan menyebabkan kerusakan kecil pada fasilitas tersebut.
Downing Street mengatakan pada hari Jumat bahwa para menteri telah mengizinkan AS untuk menggunakan pangkalan-pangkalan di Inggris untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Namun, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menolak undangan Presiden AS Donald Trump untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Inggris "seharusnya bertindak jauh lebih cepat," sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Starmer "membahayakan nyawa warga Inggris."
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengutuk insiden tersebut sebagai "ancaman Iran yang sembrono," sambil menegaskan bahwa Inggris tidak akan ikut serta dalam operasi ofensif dan akan membatasi perannya pada dukungan defensif.
Iran telah melakukan serangan balasan terhadap beberapa pangkalan AS di Timur Tengah dan meluncurkan drone ke arah pangkalan udara Akrotiri Inggris di Siprus selatan, yang dilaporkan menyebabkan kerusakan kecil pada fasilitas tersebut.
Downing Street mengatakan pada hari Jumat bahwa para menteri telah mengizinkan AS untuk menggunakan pangkalan-pangkalan di Inggris untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Namun, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menolak undangan Presiden AS Donald Trump untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Inggris "seharusnya bertindak jauh lebih cepat," sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Starmer "membahayakan nyawa warga Inggris."
(ahm)
Lihat Juga :