Sebut Israel Tipu Trump untuk Serang Iran, Kepala Kontraterorisme AS Mundur

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:30 WIB
loading...
Sebut Israel Tipu Trump...
Joseph Kent, direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS. Foto/badlandsmedia
A A A
WASHINGTON - Seorang pejabat senior pemerintahan Donald Trump di direktorat intelijen nasional telah mengundurkan diri karena perang di Iran. Dia mengatakan presiden Amerika Serikat (AS) ditipu untuk terlibat dalam konflik tersebut oleh "ruang gema" Israel dan pro-perang.

“Saya tidak dapat dengan hati nurani yang baik mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran. Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat,” tulis Joseph Kent, direktur Pusat Kontraterorisme Nasional, dalam surat pengunduran diri yang dibagikan pada hari Selasa (17/3/2026).

Pusat Kontraterorisme Nasional tersebut mengawasi semua intelijen pemerintah AS tentang ancaman dan berada di bawah Direktorat Intelijen Nasional, yang dipimpin Tulsi Gabbard.

Kent adalah salah satu pejabat politik paling terkenal yang mengundurkan diri dalam beberapa dekade karena perang asing.

Serangan publik Kent terhadap Israel adalah yang pertama dalam surat pengunduran diri oleh seorang pejabat senior pemerintahan presiden dalam sejarah.

Kent, yang memiliki izin keamanan tingkat tinggi, menuduh Israel menyesatkan Presiden Donald Trump.

“Para pejabat tinggi Israel dan anggota berpengaruh dari media Amerika melancarkan kampanye disinformasi yang sepenuhnya merusak platform 'America First' Anda dan menabur sentimen pro-perang untuk mendorong perang dengan Iran,” tulis Kent.

“Ruang gema ini digunakan untuk menipu Anda agar percaya bahwa Iran merupakan ancaman langsung bagi Amerika Serikat, dan jika Anda menyerang sekarang, ada jalan yang jelas menuju kemenangan cepat,” tulisnya.

Menanggapi pengunduran diri Kent pada hari Selasa, Trump mengatakan kepada wartawan di Ruang Oval bahwa ia tidak mengenal Kent dengan baik dan menganggapnya sebagai "orang baik" tetapi "lemah dalam hal keamanan".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Inggris Ganti Perdana...
Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?
Rekomendasi
Daftar 10 Tim Lolos...
Daftar 10 Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
Sering Dibully karena...
Sering Dibully karena Kondisi Fisiknya, Debi Ceper Mengaku Tak Pernah Sakit Hati
Berita Terkini
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved