Negara Tetangga Indonesia Ini Tolak Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Senin, 16 Maret 2026 - 17:39 WIB
loading...
Negara Tetangga Indonesia...
Australia tolak kirim kapal perang ke Selat Hormuz. Foto/X
A A A
CANBERRA - Pemerintah Australia mengatakan kapal perang tidak akan dikirim ke Timur Tengah untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional menyusul tuntutan Presiden AS Donald Trump.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menuntut "sekitar tujuh negara" untuk mengirim kapal perang guna menjaga jalur air strategis tersebut, yang dilalui seperlima ekspor minyak dunia, tetap terbuka, karena serangan Iran terus menghujani negara-negara Arab Teluk.

Menteri Transportasi Australia Catherine King mengatakan kepada media lokal pada hari Senin bahwa ia tidak mengetahui adanya permintaan tersebut dari Canberra.

“Kami tidak akan mengirim kapal ke Selat Hormuz. Kami tahu betapa pentingnya hal itu, tetapi itu bukan sesuatu yang diminta atau yang kami bantu,” katanya, dilansir Euro News.

Australia mengatakan pekan lalu bahwa mereka menyediakan jet pengintai angkatan udara dan rudal udara-ke-udara kepada UEA untuk membantu pertahanan terhadap serangan Iran, tetapi pernyataan pemerintah mengatakan Australia "tidak mengambil tindakan ofensif terhadap Iran."

Sebelumnya, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan Selat Hormuz tidak akan terbuka bagi negara mana pun yang berupaya menyerang Iran.

Baghaei mengatakan bahwa pelayaran kapal melalui selat tersebut akan berlangsung dalam kondisi khusus karena apa yang ia sebut sebagai ketidakamanan yang diciptakan oleh Israel dan AS di kawasan tersebut, menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran mengendalikan jalur tersebut dan tidak ada negara yang dapat menggunakannya untuk melancarkan serangan terhadap Iran.



Ia menambahkan bahwa Iran, sebagai negara pesisir, berhak untuk mengambil tindakan yang diperlukan di Selat Hormuz untuk memastikan keamanan nasional dan mencegah apa yang ia sebut sebagai agresor menyalahgunakan jalur air tersebut.

Baghaei mengatakan bahwa Iran secara historis telah menjadi penjaga jalur aman melalui selat tersebut, tetapi menyalahkan AS dan Israel karena menciptakan kondisi saat ini.

Kemudian, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengkritik Australia atas apa yang ia sebut sebagai tipu daya dan kemunafikan terkait pemain sepak bola wanita Iran.

Baghaei mengatakan Iran bangga dengan para pemain wanitanya karena tidak menyerah pada apa yang disebutnya sebagai tindakan Australia, menambahkan bahwa tuan rumah Piala Dunia tampaknya tidak mampu menjamin keamanan para pemain sepak bola Iran di turnamen tersebut.

Hal ini terjadi setelah dua pemain sepak bola wanita Iran lainnya dan seorang anggota staf pendukung mereka dilaporkan menarik permohonan suaka di Australia, yang diberikan karena kekhawatiran mereka mungkin akan dihukum setelah kembali ke tanah air setelah tim tersebut menolak menyanyikan lagu kebangsaan Iran di turnamen Piala Asia.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved