Rakyat Kuba Sudah Marah karena Krisis Energi! Kantor Partai Komunis Dijarah

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:49 WIB
loading...
Rakyat Kuba Sudah Marah...
Rakyat Kuba sudah marah karena krisis energi. Foto/Fox News
A A A
HAVANA - Para pengunjuk rasa di Kuba menjarah gedung Partai Komunis setelah demonstrasi menentang kenaikan harga pangan dan pemadaman listrik yang terus-menerus, dalam sebuah aksi protes publik yang jarang terjadi.

Lima orang ditangkap setelah sekelompok kecil orang merusak kantor di kota Moron di Kuba tengah pada Sabtu malam. Itu diungkapkan Kementerian Dalam Negeri Kuba (Minint).

Melansir BBC, ketidakpuasan di kalangan warga Kuba telah meningkat karena pulau itu dilanda pemadaman listrik bergilir dan kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan, yang diperburuk oleh blokade minyak AS yang berkepanjangan.

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengatakan bahwa, meskipun keluhan dan tuntutan para pengunjuk rasa "sah", "kekerasan dan vandalisme yang mengancam ketenangan warga" tidak akan ditoleransi.

Ia menulis di X bahwa pemadaman listrik yang berkepanjangan telah menyebabkan "kesusahan", dan menyalahkannya pada blokade AS yang menurutnya telah "meningkat secara kejam dalam beberapa bulan terakhir".

Protes tersebut terjadi beberapa jam setelah pemerintah di Havana mengkonfirmasi bahwa pembicaraan dengan AS untuk "mencari solusi melalui dialog" atas perbedaan kedua negara sedang berlangsung.

Díaz-Canel mengatakan dalam siaran nasional pada hari Jumat bahwa tidak ada bahan bakar yang masuk ke negara itu selama tiga bulan sebagai akibat dari blokade minyak AS.

Presiden AS Donald Trump tidak merahasiakan keinginannya untuk perubahan kepemimpinan di Kuba. Ia mengatakan pada hari Senin bahwa Kuba berada dalam "masalah besar" saat ia mengancam "pengambilalihan secara damai".

Melansir CNN, Trump sebelumnya mengatakan negara satu partai itu akan menjadi "yang berikutnya" setelah penangkapan sekutunya, Presiden Venezuela Nicolás Maduro, pada bulan Januari.

Sejak saat itu, AS telah memblokir pengiriman minyak Venezuela - yang menyediakan sekitar setengah dari kebutuhan energi Kuba - dan mengancam akan mengenakan tarif pada negara mana pun yang menjual minyak ke negara kepulauan tersebut. Ini di atas embargo perdagangan AS selama enam dekade.

Havana sangat bergantung pada bahan bakar impor untuk pembangkit listrik, dan blokade minyak telah membawa ekonomi Kuba yang sedang terpuruk hampir ke ambang kehancuran.

Krisis ini telah memengaruhi pengumpulan sampah, ruang gawat darurat rumah sakit, transportasi umum, dan pendidikan.

Demonstrasi hari Jumat "awalnya dimulai dengan damai" sebelum meningkat menjadi "tindakan vandalisme," kata surat kabar milik negara, Invasor.

"Sekelompok kecil orang melempari pintu masuk gedung dengan batu dan membakar jalanan dengan perabotan dari area resepsionis."



Fasilitas milik negara lainnya, termasuk apotek dan pasar yang dioperasikan pemerintah juga menjadi sasaran, tambahnya.

Rekaman yang beredar di media sosial tampaknya menunjukkan batu dilemparkan melalui jendela sementara orang-orang meneriakkan "kebebasan" dan api besar berkobar di tengah jalan.

Minint mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "pasukan khusus" sedang menyelidiki "tindakan vandalisme" tersebut.

Pembangkangan publik jarang terjadi di Kuba. Meskipun konstitusi tahun 2019 memberikan hak kepada warga negara untuk berdemonstrasi, undang-undang yang mendefinisikan sejauh mana hak tersebut saat ini masih tertahan di parlemen.

Setelah pemadaman listrik bergilir di seluruh negeri dalam beberapa minggu terakhir, beberapa warga Kuba mulai melakukan protes dengan membunyikan panci dan wajan di jalanan pada malam hari atau di rumah.

Ibu kota, Havana, yang telah mengalami pemadaman listrik hingga 15 jam sehari, telah menjadi pusat protes baru-baru ini.

Minggu lalu, sekelompok mahasiswa berkumpul di Universitas Havana untuk memprotes gangguan terhadap pendidikan mereka yang disebabkan oleh krisis energi yang semakin parah.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Pemimpin Militer AS...
Pemimpin Militer AS dan Kuba Bertemu di Guantanamo, Apa yang Dibahas?
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Jejak Diplomasi Nabi...
Jejak Diplomasi Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan Islam, dari Perjanjian Hudaibiyah hingga Fathu Makkah
Berita Terkini
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Infografis
Rusia Tak Lagi Oka Era...
Rusia Tak Lagi Oka Era Soviet karena Rudal Iskander Sudah Hebat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved