Lagi, Trump Nyatakan Perang Iran Segera Berakhir: 'Praktis Tak Ada Lagi yang Bisa Ditargetkan'
Kamis, 12 Maret 2026 - 08:30 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump kembali menyatakan perang AS dan Israel melawan Iran segera berakhir. Foto/White House
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyatakan bahwa perang Amerika dan Israel melawan Iran akan segera berakhir. Dia mengeklaim semua target di negara Islam itu sudah disasar.
"Praktis tidak ada lagi yang bisa ditargetkan di negara tersebut," kata Trump pada hari Rabu, yang dilansir Axios, Kamis (12/3/2026).
“Sedikit ini dan itu—kapan pun saya ingin perang ini berakhir, maka akan berakhir,” lanjut Trump.
Baca Juga: Iran Merespons Klaim Trump Perang Hampir Selesai: Karena Amunisi AS Segera Habis, Bicaralah yang Sebenarnya!
Penekanan Trump bahwa akhir perang sepenuhnya menjadi wewenangnya muncul setelah dia mengatakan bahwa keputusan apa pun tentang berakhirnya perang akan dibuat bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Para pejabat Israel dan AS mengatakan kepada Axios bahwa mereka sedang mempersiapkan perang untuk berlangsung setidaknya dua minggu lagi.
Komandan Komando Pusat (CENTCOM) AS, Brad Cooper, mengatakan dalam pesan video yang diunggah di X pada hari Rabu bahwa serangan Washington telah menghancurkan lebih dari 5.500 target dan lebih dari 60 kapal, termasuk semua kapal perang kelas Sulaymani milik Iran.
Menurut Cooper, Angkatan Laut dan basis industri Iran telah sangat terhambat.
Namun, beberapa jam kemudian, nada bicara Trump berubah lagi. Dia mengatakan bahwa Amerika harus "menyelesaikan pekerjaan" di Iran.
"Kita tidak ingin pergi lebih awal, bukan? Kita harus menyelesaikan pekerjaan ini, kan?" kata Trump saat pidato di Hebron, Kentucky, yang membahas operasi AS-Israel melawan Iran.
Sebelumnya, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, menolak klaim Trump bahwa perang segera berakhir dengan kehancuran diderita pihak Teheran.
Jenderal tersebut menegaskan bahwa Teheran, bukan Washington, yang akan menentukan kapan perang berakhir.
Dia menggambarkan pernyataan Trump sebagai kebohongan dan menuduhnya mencoba mengeklaim prestasi militer palsu.
Berbicara kepada kantor berita Tasnim, Naeini mengatakan kemampuan rudal Iran tetap utuh dan serangan terus berlanjut dengan jumlah proyektil yang lebih besar.
“Kami tahu bahwa amunisi Anda akan segera habis dan Anda mencari jalan keluar yang terhormat dari perang ini," katanya.
"Mengapa Anda tidak mengatakan yang sebenarnya kepada rakyat Amerika? Trump tidak ingin orang Amerika tahu bahwa semua infrastruktur militer AS di wilayah Teluk Persia telah dihancurkan," imbuh dia.
"Praktis tidak ada lagi yang bisa ditargetkan di negara tersebut," kata Trump pada hari Rabu, yang dilansir Axios, Kamis (12/3/2026).
“Sedikit ini dan itu—kapan pun saya ingin perang ini berakhir, maka akan berakhir,” lanjut Trump.
Baca Juga: Iran Merespons Klaim Trump Perang Hampir Selesai: Karena Amunisi AS Segera Habis, Bicaralah yang Sebenarnya!
Penekanan Trump bahwa akhir perang sepenuhnya menjadi wewenangnya muncul setelah dia mengatakan bahwa keputusan apa pun tentang berakhirnya perang akan dibuat bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Para pejabat Israel dan AS mengatakan kepada Axios bahwa mereka sedang mempersiapkan perang untuk berlangsung setidaknya dua minggu lagi.
Komandan Komando Pusat (CENTCOM) AS, Brad Cooper, mengatakan dalam pesan video yang diunggah di X pada hari Rabu bahwa serangan Washington telah menghancurkan lebih dari 5.500 target dan lebih dari 60 kapal, termasuk semua kapal perang kelas Sulaymani milik Iran.
Menurut Cooper, Angkatan Laut dan basis industri Iran telah sangat terhambat.
Namun, beberapa jam kemudian, nada bicara Trump berubah lagi. Dia mengatakan bahwa Amerika harus "menyelesaikan pekerjaan" di Iran.
"Kita tidak ingin pergi lebih awal, bukan? Kita harus menyelesaikan pekerjaan ini, kan?" kata Trump saat pidato di Hebron, Kentucky, yang membahas operasi AS-Israel melawan Iran.
Sebelumnya, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, menolak klaim Trump bahwa perang segera berakhir dengan kehancuran diderita pihak Teheran.
Jenderal tersebut menegaskan bahwa Teheran, bukan Washington, yang akan menentukan kapan perang berakhir.
Dia menggambarkan pernyataan Trump sebagai kebohongan dan menuduhnya mencoba mengeklaim prestasi militer palsu.
Berbicara kepada kantor berita Tasnim, Naeini mengatakan kemampuan rudal Iran tetap utuh dan serangan terus berlanjut dengan jumlah proyektil yang lebih besar.
“Kami tahu bahwa amunisi Anda akan segera habis dan Anda mencari jalan keluar yang terhormat dari perang ini," katanya.
"Mengapa Anda tidak mengatakan yang sebenarnya kepada rakyat Amerika? Trump tidak ingin orang Amerika tahu bahwa semua infrastruktur militer AS di wilayah Teluk Persia telah dihancurkan," imbuh dia.
(mas)
Lihat Juga :