Horor! Israel Mengebom Depot Minyak Iran, Picu Kekhawatiran Hujan Beracun di Teheran

Senin, 09 Maret 2026 - 13:52 WIB
loading...
Horor! Israel Mengebom...
Jet tempur Israel mengebom depot minyak Iran, memicu kekhawatiran hujan beracun di Teheran. Foto/Screenshot video The Guardian
A A A
TEHERAN - Serangan rudal Israel telah menghantam depot minyak Iran di Teheran dan Alborz pada Sabtu malam. Serangan yang keterlaluan ini tak hanya memicu kebakaran hebat, tapi juga gerimis aneh yang dikhawatirkan para warga di Teheran sebagai "hujan beracun".

Mohammad Khatibi, seorang jurnalis lokal, menggambarkan situasi menakutkan di Teheran pada hari Minggu.

"Semalam sangat mengerikan bagi Iran. Ini bukan awan, tetapi asap dari depot bahan bakar, yang terkena dampak tadi malam. Saat ini, ada asap di udara dan orang-orang kesulitan bernapas karena hidrokarbon dan asap yang bercampur dengan awan," katanya.

Baca Juga: Mojtaba Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Trump: Dia Harus Dapat Persetujuan AS, Jika Tidak...

"Ketika hujan turun tadi pagi (Minggu), hal itu menyebabkan jatuhnya hidrokarbon dan mobil-mobil rusak karena partikel hidrokarbon," kata Khatibi.

Beberapa orang di internet mem-posting pesan panik, menyebut situasi itu "apokaliptik".

The Guardian memaparkan dalam sebuah laporan hari Senin (9/3/2026) bahwa asap hitam sepenuhnya menutupi matahari, menyebabkan orang-orang yang kebingungan menyalakan lampu untuk melihat menembus kegelapan.

Enam orang tewas dan 20 luka-luka di salah satu lokasi.

Setelah hujan, orang-orang mengeluh sakit tenggorokan dan mata terasa perih, seperti yang dilaporkan oleh para warga Teheran pengguna internet.

Badan lingkungan Iran memperingatkan warga Teheran untuk tetap di dalam ruangan. Bulan Sabit Merah mengatakan bahan kimia beracun dalam gerimis dapat menyebabkan kerusakan kulit dan paru-paru, menyarankan orang-orang untuk menghindari menyalakan AC atau keluar rumah segera setelah hujan.

Pihak Gubernur Teheran merekomendasikan para warga untuk memakai masker di luar ruangan.

Dr Shahram Kordasti, seorang ahli hematologi-onkologi Iran yang berbasis di Inggris, mengatakan kepada The Guardian bahwa gas beracun dan partikel halus dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, memperburuk asma, kondisi paru-paru dan penyakit jantung, serta meningkatkan risiko beberapa jenis kanker.

"Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi pada kita. Kita masih punya air, listrik, dan makanan," tulis Fortune mengutip seorang warga di Teheran yang menolak untuk mengungkapkan identitasnya.

"Ini sangat menakutkan. Siang dan malam, makan dan tidur—semuanya kacau," kata warga setempat lainnya kepada media tersebut.

Kantor berita Fars Iran melaporkan tiga depot minyak menjadi sasaran jet tempur Israel pada hari Sabtu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Berita Terkini
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved