Trump Pertimbangkan Kerahkan Pasukan Darat AS ke Iran, Bakal Jadi Perang Habis-habisan

Selasa, 03 Maret 2026 - 07:44 WIB
loading...
A A A
Jajak pendapat CNN/SSRS yang dirilis pada hari Senin juga menunjukkan bahwa 41% menyetujui serangan AS terbaru, sementara 59% tidak setuju. Sebagai perbandingan, 44% menyetujui Operasi Midnight Hammer untuk menghancurkan tiga situs nuklir Iran pada Juni lalu dan 56% tidak setuju.

“Saya pikir jajak pendapatnya sangat bagus, tetapi saya tidak peduli dengan jajak pendapat. Saya harus melakukan hal yang benar. Saya harus melakukan hal yang benar. Ini seharusnya sudah dilakukan sejak lama,” kata Trump.

“Saya rasa jajak pendapatnya tidak rendah,” lanjutnya. “Lihat, terlepas dari apakah jajak pendapatnya rendah atau tidak, saya pikir jajak pendapatnya mungkin baik-baik saja. Tetapi ini bukan soal jajak pendapat. Anda tidak bisa membiarkan Iran, yang merupakan negara yang telah dipimpin oleh orang-orang gila, memiliki senjata nuklir.

“Saya pikir orang-orang sangat terkesan dengan apa yang terjadi,” Trump bersikeras. “Saya pikir itu adalah suara diam—jika Anda melakukan jajak pendapat yang sebenarnya, jajak pendapat diam—dan itu seperti mayoritas yang diam.”

Trump mengatakan kepada The New York Post bahwa keputusannya didasarkan pada tindakan Iran selama beberapa dekade.

“Jangan lupa, ini sudah berlangsung selama 47 tahun — selama 47 tahun, mereka, mereka bermain buruk,” katanya, mengutip pengeboman barak Beirut tahun 1983 yang menewaskan 241 warga Amerika dan krisis sandera 1979-1981 setelah penyerbuan kedutaan AS di Teheran.

“Ketika [Presiden Barack] Obama memberi mereka kesepakatan nuklir Iran [pada tahun 2015], itu mungkin kesepakatan terbodoh yang pernah dibuat,” kata Trump.

“Dia memilih negara yang salah. Tetapi mereka akan memiliki senjata nuklir empat tahun yang lalu. Israel tidak akan ada, dan kita harus menghancurkannya sendiri.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved