Komandan Top AS Briefing Trump soal Opsi Militer terhadap Iran

Jum'at, 27 Februari 2026 - 09:59 WIB
loading...
A A A
Potensi perang antara AS dan Iran semakin terbuka lebar setelah kedua pihak mengakhiri perundingan terkait program nuklir Teheran di Jenewa pada hari Kamis tanpa mencapai kesepakatan. Terlebih, Washington telah mengerahkan armada pesawat dan kapal perang besar-besaran ke Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi, yang menjadi mediator dalam perundingan di Jenewa, mengatakan telah ada "kemajuan signifikan dalam negosiasi" tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Namun, tepat sebelum perundingan berakhir, stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran bertekad untuk terus memperkaya uranium, menolak proposal untuk mentransfernya ke luar negeri, dan meminta pencabutan sanksi internasional. Ini menunjukkan bahwa mereka menolak tunduk pada tuntutan Presiden AS Donald Trump.

Trump menginginkan kesepakatan untuk membatasi program nuklir Iran, dan dia melihat peluang saat negara Islam tersebut sedang berjuang di dalam negeri dengan meningkatnya perbedaan pendapat setelah protes nasional.

Iran juga berharap untuk menghindari perang, tetapi tetap mempertahankan haknya untuk memperkaya uranium dan tidak ingin membahas isu-isu lain, seperti program rudal jarak jauhnya atau dukungan untuk kelompok bersenjata seperti Hamas dan Hizbullah.

Al-Busaidi mengatakan pembicaraan teknis yang melibatkan perwakilan tingkat rendah akan berlanjut minggu depan di Wina, tempat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) berada. Badan pengawas atom PBB itu kemungkinan akan berperan penting dalam kesepakatan apa pun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal...
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal Tak Bongkar Muat di Pelabuhan Saudi atau Ditembak
Rekomendasi
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Berita Terkini
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved