Aksi China Sikat Koruptor: Pecat Menteri, Depak 9 Jenderal Militer dari Parlemen

Jum'at, 27 Februari 2026 - 08:10 WIB
loading...
Aksi China Sikat Koruptor:...
China memecat seorang menteri dan mendepak 9 jenderal militer dari Parlemen dalam upaya pemberantasan korupsi. Foto/Anadolu
A A A
BEIJING - Pemerintah Presiden China Xi Jinping kembali mengambil langkah tegas dalam upaya memberangus praktik korupsi. Pada hari Kamis, Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) memecat seorang menteri dan mengeluarkan sembilan jenderal militer dari Parlemen.

Mengutip laporan South China Morning Post, Jumat (27/2/2026), NPC memutuskan untuk memecat Wang Xiangxi dari jabatannya sebagai Menteri Manajemen Darurat.

Baca Juga: China Selidiki 2 Jenderal Top di Tengah Upaya Pemberantasan Korupsi Besar-besaran

NPC telah memperbarui daftar deputi dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan Kepolisian Bersenjata Rakyat, mengurangi jumlah total menjadi 243 orang. Sembilan jenderal yang didepak terdiri dari lima jenderal penuh, satu letnan jenderal, dan tiga mayor jenderal.

Kelima jenderal tersebut adalah Li Wei, komisaris politik Pasukan Pendukung Informasi; Li Qiaoming, komandan pasukan darat; mantan komandan Angkatan Laut Shen Jinlong; mantan komisaris politik Angkatan Laut Qin Shengxiang; dan mantan komisaris politik Angkatan Udara Yu Zhongfu.

Yang juga didepak adalah Letnan Jenderal Wang Donghai, komisaris politik Departemen Mobilisasi Pertahanan Nasional Komisi Militer Pusat, dan tiga mayor jenderal; Bian Ruifeng, Ding Laifu, dan Yang Guang.

Pihak berwenang tidak memberikan alasan atas pengusiran para perwira militer tersebut dari Parlemen. Namun, laporan media lokal menduga tindakan ini terkait dengan upaya pemberantasan korupsi oleh pemerintah Xi Jinping.

Lembaga think tank China Power dalam sebuah laporannya menyatakan bahwa dari 47 jenderal yang diangkat pada tahun 2022 dan setelahnya, 87% telah diselidiki atau pun dicopot.

Secara keseluruhan, sekitar 52% posisi senior PLA telah mengalami penyelidikan atau pemecatan dalam beberapa tahun terakhir, yang mencerminkan perombakan yang belum pernah terjadi sebelumnya di bawah Presiden Xi Jinping.

Tindakan ini terjadi di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap dua jenderal top, Zhang Youxia dan Liu Zhenli. "Atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius," kata Kementerian Pertahanan.

NPC dijadwalkan akan menggelar pertemuan besar minggu depan untuk "Dua Sesi" tahunannya, di mana para anggota Parlemen dari seluruh China berkumpul di Beijing.

Laporan lain dari stasiun televisi pemerintah; CCTV, menyebutkan bahwa NPC mencabut jabatan Liu Shaoyun sebagai presiden pengadilan militer Tentara Pembebasan Rakyat, meskipun tidak ada alasan yang diberikan untuk keputusan tersebut.

Selain itu, 19 delegasi dikeluarkan dari Kongres Rakyat Nasional. Di antara mereka adalah mantan Sekretaris Partai Komunis China Wilayah Mongolia Dalam, Sun Shaocheng, yang sedang diselidiki atas "dugaan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius", sebuah frasa yang umum digunakan di China yang merujuk pada korupsi.

Presiden Jinping memuji perjuangan militer melawan korupsi awal bulan ini dalam pengakuan langka atas korupsi beberapa minggu setelah Beijing meningkatkan pembersihan besar-besaran dengan menyelidiki jenderal tertingginya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved