China Selidiki 2 Jenderal Top di Tengah Upaya Pemberantasan Korupsi Besar-besaran

Minggu, 25 Januari 2026 - 08:15 WIB
loading...
China Selidiki 2 Jenderal...
Dua jenderal berpengaruh China diselidiki di tengah upaya pemberantasan korupsi besar-besaran oleh Presiden Xi Jinping. Foto/United Daily
A A A
BEIJING - Kementerian Pertahanan China mengatakan pada hari Sabtu bahwa dua jenderal berpengaruh sedang diselidiki atas dugaan "pelanggaran disiplin serius" sebuah eufemisme umum untuk korupsi. Kedua jenderal tersebut adalah Zhang Youxia (75), wakil ketua senior Komisi Militer Pusat (CMC), dan Liu Zhenli (61) Kepala Staf Gabungan CMC.

Pengumuman ini menandai upaya terbaru dalam upaya besar-besaran untuk memberantas korupsi di semua tingkatan Partai Komunis China dan negara tersebut sejak Presiden Xi Jinping berkuasa lebih dari satu dekade lalu.

"Setelah peninjauan...telah diputuskan untuk memulai penyelidikan terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli," kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Minggu (25/1/2026).

Baca Juga: China Eksekusi Mati Bankir Bai Tianhui karena Korupsi Rp2,5 Triliun

"Keduanya diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius," lanjut penyataan tersebut.

Selain menjadi senior di CMC, Zhang Youxia juga merupakan anggota Politbiro, badan eksekutif Partai Komunis China yang beranggotakan 24 orang.

Dia berbagi gelar wakil ketua dengan Zhang Shengmin, seorang jenderal di Pasukan Roket China yang tertutup dan tidak memiliki hubungan keluarga.

Zhang Shengmin dipromosikan ke posisi tersebut pada bulan Oktober setelah Beijing memecat pendahulunya dalam pembersihan korupsi besar-besaran lainnya.

Kekuasaan kedua jenderal tersebut berada langsung di bawah Xi Jinping, yang telah memegang jabatan Ketua CMC sejak 2012.

Sedangkan Liu Zhenli merupakan jenderal yang mengawasi perencanaan pertempuran militer China.

Kabar tentang penyelidikan Zhang dan Liu sudah beredar sejak awal pekan ini setelah keduanya absen dari pertemuan resmi yang dipimpin oleh Xi Jinping dan dihadiri oleh wakil ketua CMC peringkat kedua, Zhang Shengmin.

Xi Jinping menyebut korupsi sebagai "ancaman terbesar" bagi Partai Komunis China dan mengatakan "perjuangan melawan korupsi tetap serius dan kompleks".

Para pendukungnya mengatakan kebijakan tersebut mendorong pemerintahan yang bersih, tetapi yang lain mengatakan itu juga berfungsi sebagai alat bagi Xi Jinping untuk membersihkan saingan politiknya.

Pada bulan Oktober lalu, China mengumumkan telah meluncurkan penyelidikan korupsi terhadap sembilan pejabat militer.

Sebagai bagian dari penyelidikan tersebut, Kementerian Pertahanan mengatakan telah memecat dua jenderal tinggi dari militer. Mereka adalah He Weidong, mantan wakil ketua CMC peringkat kedua, dan Miao Hua, mantan kepala departemen kerja politik militer.

Pada tahun 2024, mantan menteri pertahanan China, Li Shangfu, didepak dari Partai Komunis China setelah dipecat karena berbagai pelanggaran, termasuk dugaan penyuapan.

Pendahulu Li, Wei Fenghe, juga didepak dari partai dan diserahkan kepada jaksa penuntut umum atas dugaan korupsi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Pengadilan Kriminal...
Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte
Rekomendasi
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Serangan Presisi Tinggi...
Serangan Presisi Tinggi Rusia di Kramatorsk Habisi 2 Jenderal Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved