AS Tuduh China Tingkatkan Persenjataan Nuklir secara Besar-besaran
Selasa, 24 Februari 2026 - 07:38 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menuduh Moskow membantu meningkatkan kemampuan Beijing untuk menambah ukuran persenjataan nuklirnya.
"Berakhirnya perjanjian ini terjadi pada waktu yang tepat," katanya, menegaskan bahwa hal itu akan memungkinkan Presiden AS Donald Trump untuk mendorong tujuan utamanya, yaitu perjanjian yang lebih baik.
"Berakhirnya perjanjian dan tidak adanya perjanjian pengendalian senjata nuklir saat ini tidak berarti Amerika Serikat meninggalkan atau mengabaikan pengendalian senjata," katanya. "Justru sebaliknya," sambung dia.
"Tujuan kami adalah perjanjian yang lebih baik menuju dunia dengan lebih sedikit senjata nuklir," imbuh dia, seperti dikutip AFP, Selasa (24/2/2026).
"Berakhirnya perjanjian ini terjadi pada waktu yang tepat," katanya, menegaskan bahwa hal itu akan memungkinkan Presiden AS Donald Trump untuk mendorong tujuan utamanya, yaitu perjanjian yang lebih baik.
"Berakhirnya perjanjian dan tidak adanya perjanjian pengendalian senjata nuklir saat ini tidak berarti Amerika Serikat meninggalkan atau mengabaikan pengendalian senjata," katanya. "Justru sebaliknya," sambung dia.
"Tujuan kami adalah perjanjian yang lebih baik menuju dunia dengan lebih sedikit senjata nuklir," imbuh dia, seperti dikutip AFP, Selasa (24/2/2026).
(mas)
Lihat Juga :