Ingin AS Segera Gulingkan Khamanei, Mahasiswa Iran Kembali Gelar Demonstrasi

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:35 WIB
loading...
A A A
Pihak berwenang ulama mengakui lebih dari 3.000 kematian, tetapi mengatakan kekerasan itu disebabkan oleh "tindakan teroris" yang dipicu oleh musuh-musuh Iran.

Namun, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS mencatat lebih dari 7.000 pembunuhan dalam penindakan tersebut, sebagian besar adalah demonstran, meskipun jumlah korban mungkin jauh lebih tinggi.

Baca Juga: 7 Strategi Iran Menyerang Daratan AS, dari Rudal ICBM hingga Mengaktifkan Sel Tidur

Otoritas Iran awalnya mengakui legitimasi tuntutan ekonomi para demonstran, tetapi ketika gerakan tersebut mengambil nada anti-pemerintah secara terang-terangan, mereka menuduh musuh bebuyutan Amerika Serikat dan Israel menghasut "kerusuhan."

Media berita lokal Fars mengatakan bahwa apa yang seharusnya menjadi "aksi duduk diam dan damai" pada hari Sabtu oleh para mahasiswa untuk memperingati mereka yang tewas diganggu oleh orang-orang yang meneriakkan slogan-slogan termasuk "matilah diktator" – sebuah referensi kepada pemimpin tertinggi Iran.

Sebuah video yang diposting oleh Fars menunjukkan sekelompok orang yang meneriakkan slogan dan mengibarkan bendera Iran berhadapan dengan kerumunan yang mengenakan masker dan ditahan oleh pria-pria berjas.

Kedua kelompok tersebut memegang apa yang tampak seperti foto peringatan.

Sejak gelombang protes awal, Amerika Serikat dan Iran telah saling mengancam dengan aksi militer.

Trump mengirimkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke wilayah tersebut, disertai dengan armada 12 kapal pendukung, sementara kelompok kapal induk kedua yang tergabung dalam USS Gerald R Ford sedang dalam perjalanan ke wilayah tersebut melalui Mediterania.

AS juga telah mengerahkan kembali puluhan pesawat tempur lainnya ke Timur Tengah – tempat mereka memiliki beberapa pangkalan – sambil meningkatkan pertahanan udara berbasis darat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved